Kala Lumpur Sungsang Disulap Jadi Benteng Kehidupan: Kisah Penanaman Mangrove Demi Masa Depan Nelayan

1.462 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Suasana di Desa Sungsang IV, Banyuasin II, Sumatera Selatan, Sabtu (31/10/2026) terasa begitu hidup ketika langkah kaki Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, SP., MM, bersama jajaran Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menyatu dengan lumpur pesisir. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan sebuah ikhtiar besar demi mencegah abrasi, erosi, sekaligus menjaga kelangsungan hidup populasi ikan dan kepiting yang selama ini menjadi urat nadi penghidupan warga setempat lewat rehabilitasi mangrove dan gambut.

​Langkah kaki Wakil Bupati tampak didampingi oleh Kepala DLH Banyuasin Dr. Zazili Mustopa, SE., M.Si, Kepala BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana, SE., M.Si, Plt. Kadis Kominfo-SP Hj. Ida Bahagia, SH., MM, Plt. Kepala Dinas Perikanan Rina Kurniaty, S.E., serta Kabid Litbang Bappeda Banyuasin Dr. Defri Adi Saputra, S.STP, M.Si. Mereka semua tampak begitu antusias melebur bersama para nelayan Sungsang dan jajaran TNI dalam gerakan sinergi yang sarat akan kepedulian terhadap kelestarian alam dan sumber daya laut.

Advertisement

​Di hadapan para nelayan yang setia mendengarkan, Netta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam. Pemerintah Kabupaten Banyuasin, kata dia, merasa terhormat dan berterima kasih atas terpilihnya daerah mereka sebagai lokasi penanaman mangrove dan gambut ini.

​Lebih jauh ia memaparkan bahwa pohon-pohon mangrove ini kelak akan berdiri sebagai benteng kokoh yang menahan gempuran ombak, mengikat tanah, meredam gelombang pantai, mencegah intrusi laut, sekaligus menjadi penyerap karbon dioksida dalam jumlah besar untuk membantu mendinginkan bumi dari ancaman perubahan iklim global. Di balik akar-akarnya yang lebat, tersimpan pula jaminan dapur para nelayan tetap ngebul karena terjaganya rumah bagi ikan dan kepiting, bahkan menyimpan potensi besar untuk disulap menjadi kawasan ekowisata yang mendatangkan rezeki bagi warga sekitar.

​Apa yang ditanam hari ini, menurut Netta, adalah warisan nyata yang manfaatnya baru akan benar-benar dirasakan oleh anak cucu kita sepuluh hingga lima belas tahun mendatang demi mengurangi emisi karbon dan menyelamatkan masa depan bumi.

​Sentimen serupa juga ditegaskan oleh Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, Mayor Jenderal TNI Sriyanto M.I., yang menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata amanat Presiden dalam melindungi ekosistem mangrove dan gambut di tanah air. Dipilihnya Kabupaten Banyuasin didasari oleh pertimbangan luasnya titik kebakaran yang pernah terjadi di wilayah Sumatera Selatan ini, menjadikan desa sebagai garda terdepan pelestarian alam. Pihaknya pun memastikan bahwa penanaman ini bukanlah sekadar acara seremonial belaka, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan dari BPGMN dalam menjaga bumi pertiwi.

​Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan langkah hangat Wakil Bupati bersama rombongan yang menyempatkan diri meninjau langsung Apartemen Kepiting Bakau yang berada tidak jauh dari lokasi penanaman, menyapa asa baru yang kini mulai tumbuh di tanah Sungsang.

​

Bagaimana Menurut Anda?