IKAPTK Muba-Banyuasin Raih Juara 3, Kalahkan Palembang 2-1

153 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA- Perjuangan tim sepak bola IKAPTK Muba-Banyuasin di Turnamen Sepak Bola antar Alumni Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) se-Sumatera Selatan berbuah manis.

Muba-Banyuasin berhasil mengamankan juara ketiga setelah menaklukkan tim Palembang dengan skor 2-1 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang.

Advertisement

Kemenangan tersebut sekaligus membawa pulang medali perunggu bagi kontingen IKAPTK Muba-Banyuasin dalam turnamen sepak bola antaralumni IKAPTK se-Sumatera Selatan.

Tampil Pantang Menyerah, Muba-Banyuasin Taklukkan Palembang

Sejak menit awal, para pemain Muba-Banyuasin tampil penuh motivasi. Permainan agresif yang dibarengi disiplin membuat laga berlangsung sengit.

Kedua tim silih berganti membangun serangan dan menciptakan peluang. Namun, kerja keras skuad Muba-Banyuasin akhirnya membuahkan hasil dengan dua gol yang bersarang ke gawang Palembang.

Palembang hanya mampu membalas satu gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Muba-Banyuasin tetap bertahan.

Hasil tersebut menjadi penutup positif perjalanan tim Muba-Banyuasin sekaligus memastikan mereka berdiri di podium ketiga.

Ahmad Toyibir Apresiasi Semangat Juang Pemain

Ketua IKAPTK Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Toyibir, mengapresiasi perjuangan para pemain dan seluruh official yang telah membawa nama Muba-Banyuasin dalam turnamen tersebut.

Menurutnya, medali perunggu merupakan hasil dari kekompakan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh tim.

“Kami dari keluarga besar IKAPTK Muba-Banyuasin sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras para pemain beserta seluruh jajaran official. Raihan medali perunggu ini merupakan buah dari kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang yang tinggi untuk mengharumkan nama Kabupaten Musi Banyuasin,” ujar Ahmad Toyibir.

Gagal ke Final, Muba-Banyuasin Bangkit dan Raih Perunggu

Manager Pertandingan Muba-Banyuasin, Riki Junaidi, juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, kemenangan atas Palembang menjadi bukti bahwa para pemain mampu bangkit secara mental setelah gagal melaju ke partai final.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas perjuangan seluruh pemain. Setelah gagal melangkah ke final, anak-anak mampu bangkit dan memberikan respons positif dengan mengalahkan Palembang 2-1. Ini menunjukkan mental dan semangat juang mereka yang luar biasa,” ujar Riki.

Riki mengakui posisi ketiga belum menjadi pencapaian puncak yang diharapkan. Namun, medali perunggu tetap menjadi hasil yang patut diapresiasi sekaligus modal untuk pembinaan berikutnya.

“Juara ketiga memang bukan target akhir yang kami inginkan, tetapi medali perunggu ini patut diapresiasi. Terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, serta seluruh masyarakat Muba-Banyuasin yang telah memberikan doa dan dukungannya,” tambahnya.

Bukan Sekadar Sepak Bola, Turnamen Jadi Ajang Silaturahmi

Sementara itu, Humas IKAPTK Muba-Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP, mengatakan turnamen tersebut bukan semata-mata tentang perebutan prestasi di lapangan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarpamong praja se-Sumatera Selatan.

“Lebih dari sekadar perebutan medali, Turnamen Sepak Bola antar IKAPTK se-Sumatera Selatan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat tali silaturahmi kekeluargaan sesama purna praja,” kata Herryandi.

Ia menambahkan, prestasi yang diraih Muba-Banyuasin dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan pembinaan olahraga pada masa mendatang.

“Yang terpenting, para peserta telah berjuang memberikan yang terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas demi kehormatan daerah,” pungkasnya.

Raihan juara ketiga ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, sportivitas, dan pantang menyerah mampu membawa IKAPTK Muba-Banyuasin menorehkan prestasi di tingkat Sumatera Selatan.

Bagaimana Menurut Anda?