Air Mata dan Kebanggaan Warnai Pelepasan Paskibraka Banyuasin, Apa Pesan Penting Sang Bupati?

187 dibaca

​BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN-Suasana hangat dan penuh keharuan tampak menyelimuti Pendopoan Rumah Dinas Bupati Banyuasin pada Senin malam (17/8), saat digelarnya malam ramah tamah sekaligus pelepasan anggota Paskibraka Kabupaten Banyuasin Tahun 2026. Kehadiran Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., dan Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., disambut antusias oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD, para pelatih, pembina, serta orang tua yang datang mendampingi buah hati mereka.

​Di hadapan para tamu undangan, Bupati Askolani tak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap anak-anak muda pilihan yang baru saja sukses menunaikan tugas negara pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari awal proses seleksi yang melelahkan hingga latihan berat yang menguras tenaga, ia memuji keteguhan, kedisiplinan, dan kekompakan yang ditunjukkan para anggota Paskibraka tanpa cacat. Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelatih yang membimbing dengan kesabaran luar biasa, serta para orang tua yang telah merestui langkah anak-anak mereka demi mengabdi pada pertiwi.

Advertisement

​Bagi Bupati Askolani, pengalaman berdiri di barisan Paskibraka bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah kawah candradimuka pembentukan karakter. Ia berpesan agar nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, keberanian, dan rasa kebersamaan yang telah ditempa selama berhari-hari tidak luntur begitu seragam dilepaskan, melainkan terus dibawa dalam menapaki masa depan karena kesuksesan sejati tidak pernah diraih seorang diri.

​Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, S.Pd., S.IP., M.M., mengungkapkan bahwa malam ramah tamah dan pembubaran ini sengaja dihelat sebagai bentuk penghormatan tulus dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin atas keringat dan dedikasi yang telah dikucurkan para anggota Paskibraka di Bumi Sedulang Setudung. Ia berharap, kenangan manis dan mental baja yang terbentuk selama karantina mampu menjadi batu loncatan berharga bagi generasi muda ini untuk terus berkarya dan mengabdi bagi bangsa dan negara di masa mendatang.

Bagaimana Menurut Anda?