
MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Sebuah mobil Strada Mitsubhisi double cabin BG 9069 CD yang dikemudikan Hario (47) warga Desa Raja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, sekitar pukul 11.00 WIB ditabrak kereta api Babaranjang bermuatan kosong, Kamis (21/5/2015).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban Hario berencana akan mengecek proyeknya di Lematang Enim. Menurutnya, kereta Babaranjang yang datang dari arah Palembang menuju Tanjung Enim tanpa muatan tersebut tiba-tiba sudah berada sekitar 10 meter dari mobilnya yang akan menyeberang rel dari arah TPU Muara Enim.
“Kereta Babaranjang yang nabrak aku itu tidak memberikan klakson, sehingga aku tidak tau kalau kereta mau lewat. Aku tekejut nian kereta sudah dekat dengan mobil makanya tidak sempat lagi untuk menghindar,” sesal Ario yang didampingi istrinya.
Hario menambahkan, bahwa dirinya di dalam mobil itu sendirian. Dia berniat untuk mengecek proyek borongan yang berada di daerah Lematang. Mobilnya mengalami kerusakan cukup parah karena ditabrak diposisi tengah-tengah badan mobil.
“Ini mobil pribadi saya, bukan mobil proyek. Alhamdulillah saya hanya luka – luka ringan lecet-lecet karena pas mau keluar dari mobil kena pecahan kaca mobil,” ujarnya.
Sementara, Dodi (25) seorang saksi mata yang berprofesi sebagai tukang ojek menambahkan, dirinya merasa kaget setelah mendengar suara keras yang berasal dari arah perlintasan kereta api dekat Lapangan Merdeka tepatnya dibelakang kantor Dinas Penduduk dan Catatan Sipil.
“Sudah sering sekali kejadian kereta api nabrak mobil di perlintasan ini. Seharusnya PT KAI membuat palang pintu, apalagi sekarang sudah ada dua jalur kereta api. PT KAI harusnya ikut bertanggungjawab kalau terjadi kecelakaan seperti ini,” keluh Dodi. (Siswanto)








