Babinsa koramil 430-01/Pangkalan Balai Balai dan Jukir Berhasil Hentikan Langkah Pencopet Pasar

11.601 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Pasar Rakyat Kota Pangkalan balai kamis (14/03/19) sekitar pukul 09.00 wib kemaren sontak heboh. Pasalnya beberapa pengunjung pasar menjadi korban pencopetan dari lima pelaku, aksi copet diketahui saat korban melapor ke UPTD Pasar Pangkalan balai.

Sedikitnya ada tiga korban yang melapor ke UPTD Pasar Pangkalan balai tersebut. terdiri dari ibu-ibu yang mengala kerugian materi dan tas korban bahkan ada yang rusak karena di silet oleh pelaku.

“Kejadian Pukul 09.30 Wib bertempat di Pasar Pangkalan Balai. ada pengunjung melapor bahwa mereka telah menjadi korban pencopetan, langsung saja Serda Asep yang pada saat itu berada Dikantor, berangkat mengejar pelaku dengan berkoordinasi dengan Satpam Pegadaian untuk mengamankan terduga pelaku copet, “ucap, Kepala UPTD Pasar Pangkalan Nazirwan saat dihubungi, Kamis. 14/03/19.

Dilanjutkan Nazir, selain mengejar terduga pelaku, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Bripka Febri untuk datang ke Kantor Pasar menerima laporan tersebut di kantor pasar dan mengamankan terduga pelaku 2 orang yang berhasil diamankan petugas pasar,

“Setelah mendapat keterangan dari korban, Babinsa Ramil 430-01/Pangkalan Balai Serda Asep Irhandi mengontak Satpam Pegadaian Didiyanto & Juru Parkir Ateng untuk memantau gerak-gerik orang yang mencurigakan agar segera menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Pasar Nazirwan. Tak lama berselang Satpam Pegadaian menghubungi Serda Asep Irhandi bahwa orang yang dicurigai sudah naik angkot lalu Serda Asep Irhandi melakukan pengejaran bersama Juru Parkir Ateng setelah ketemu didekat SPBU Pangkalan Balai angkot tersebut ternyata 3 orang yang dicurigai sudah turun di simpang Lubuk Saung, “ujar Nazir.

Masih dikatakan Nazir, Serda Asep Irhandi bersama Ateng mengejar sampai di Simpang Lubuk Saung dan bertemu 3 orang tersebut akan naik kendaraan Bentor lalu dihentikan dan disuruh membuka barang bawaannya ditemukan dompet, uang dan Handphone yang disinyalir milik korban pencopetan kemudian Serda Asep Irhandi menghubungi Bripka Febri untuk segera ke simpang Lubuk Saung

“Setelah diminta keterangan kemudian 3 orang tersebut dibawa ke Mapolsek Pangkalan Balai untuk diproses lebih lanjut bersama 2 orang yang diamankan dikantor Dinas Pasar. “Tukasnya.

Sementara, Babinsa Koramil Pangkalan balai Asep Irhandi ketika dimintai keterangan mengaku sempat pesimis untuk mendapatkan pelaku sebab saat menghentikan mobil taksi pelaku sudah tidak ada lagi.

“Ya saat kita kejar sampai di SPBU Pangkalan balai, mobilnya kita hentikan, ketika sopirnya kita tanya mana penumpangnya sopir bilang bahwa sudah turun di simpang lubuk saung, nah saya pikir kalau naik ojek masuk Pemda sudah sulit didapat, namun ternyata kita masih bisa mengamankan mereka dengan barang bukti diantaranya milik rekan saya sendiri ada didalam tas pelaku, “ucapnya.

Sementara itu, Bhabinkantibmas Kedondong raye Febri muryanto. Membenarkan bahwa dirinya menerima laporan dari Kepala Pasar Pangkalan balai dan Babinsa Koramil ada pencopetan di Pasar Pangkalan balai.

” Mulanya Saat itu kita menerima lapora dari para korban di kantor pasar pangkalan balai bahwa telah terjadi pencopetan, bersama kepala pasar kita mengamankan terduga pelaku ( 2 orang ). Ungkap Febri saat di bincangi wartawan Kamis (14/3).

Lanjut dia, setelah mendapat keterangan dari pelaku mengatakan bahwa ada temannya tiga orang lagi dan semuanya wanita , setelah berhasil di berhentikan oleh Babinsa didapati 3 orang pelaku dan sejumlah barang bukti yang dibawa oleh terduga, tanpa menunggu waktu lama para terduga pelaku sebanyak 5 orang dibawa ke Polsek Pangkalan Balai oleh Kepala Pasar Babinsa dan Bhabinkantibmas untuk di proses lebih lanjut.

” Giat terlaksana berkat kerjasama yang baik antara , Babinsa dan UPTD Pasar Balai. Terduga pelaku berjumlah 5 orang berjenis kelamin perempuan, untuk sementara diduga giat tersebut sudah terorganisir dan korban sebanyak 3 orang yang juga perempuan dengan barang bukti seperti uang tunai dan HP, dengan total kerugian sebesar Rp 5 juta, dan ke lima terduga semuanya berasal dari kota Palembang.” Tegasnya

Bagaimana Menurut Anda?