BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Masyarakat Kota Pangkalan balai khususnya pengunjung Front Coffe di Jalan Palembang- Jambi. Kelurahan Kedondong raye, Kecamatan Banyuasin III, nampak dikejutkan oleh kedatangan Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati Banyuasin. Yang tiba-tiba datang untuk melaksanakan acara ngopi (Ngobrol Pintar dengan Bupati dan Wakil Bupati) jum’at (02/10/18)
Dalam Kegiatan Ngopi tersebut Pakde Slamet ingin budaya Banyuasin kembali hidup seperti Kesenian, Adat, Wisata dan Budaya Lokal Kabupaten Banyuasin, dirinya berharap dukungan dari Masyarakat Banyuasin agar Budaya-budaya yang ada di Banyuasin bisa terdaftar juga di UNESCO.

“Terima kasih sahabat, adik, dan Anak-anak ku sekalian, telah hadir di acara ngopi kita malam ini, saya senang sekali kegiatan ngopi bersama kita bisa terlaksana sambil kita ngobrol ringan” Ucap, Pakde Slamet, Wakil Bupati Banyuasin, saat memeberikan sambutan dihadapan tokoh masyarakat dan Pemuda Banyuasin III.
Dirinya menuturkan untuk berusaha membangkitkan kembali, budaya di Banyuasin terlebih budaya lokalnya, seperti yang ada dan terhimpun didalam Dewan Adat. “Saya pengen budaya kita Banyuasin kembali hidup, dan bisa mendunia seperti wayang kulit yang saat ini sudah di akui oleh UNESCO artinya budaya Indonesia bukan hanya milik Indonesia namun juga dunia, karena mendapatkan hak paten resmi” ujarnya.
Senada dikatakan, Bupati Banyuasin H. Askolani, SH. MH, Pemkab Banyuasin akan berupaya mendorong serta membangkitkan kembali budaya-budaya yang ada di Banyuasin dengan melibatkan pihak lain.”Ya, kita tahu di Banyuasin banyak budaya yang pastinya akan kita lestarikan, dan kami meminta kepada masyarakat Banyuasin untuk bersama-sama melestarikan, untuk optimalisasi wisata alam Banyuasin, kita berusaha melibatkan pihak lain dalam mengelolanya, seperti Hutan Gemampo yang saat ini mempunyai luas 300 Ha, namun karena ada pihak Propinsi juga dalam pengelolaannya, maka kita akan libatkan propinsi untuk mengoptimalkannya, nantinya akan kita lakukan reboisasi bila ada pohon yang mati, dan outbond untuk wisata keluarga, untuk potensi wisata alam di Desa Lebung dan Pagar bulan nanti akan kita bentuk tim meninjau lokasi tersebut”. ucapnya.
Askolani, juga mengatakan penataan wajah kota Pangkalan balai akan segera dikebut demi percepatan program Bangkit yang mereka canangkan selama ini, dengan harapan masyarakat Banyuasin bertekad kerja keras, kerja iklas, dan kerja cerdas. “Untuk Taman kota bila adik-adik mau mengekpresikan bakat serta kebolehan kalian silahkan, namun bila belum ada tempat memasangkan aliran listrik, nanti akan kita sediakan Genset, Taman kota insyah Allah akan kita rubah dengan bentuk yang berbeda, serta Gerbang Banyuasin akan kita bentuk juga dengan tulisan Selamat datang di Kabupaten Banyuasin Ibu kota Pangkalan balai,agar orang-orang lebih paham bila masuk ke Kabupaten Banyuasin bahwa mereka sudah berada di Ibu Kota Kabupaten, sekaligus Tapal batas kita akan kita rapikan lagi dengan Kabupaten/ Kota tetangga kita, namun kami berharap dukungan semua masyarakat Banyuasin untuk memberikan masukan serta koreksi kepada kami demi Banyuasin Bangkit yang kita cintai ini”. tukasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretris DPKAD Banyuasin, Ir. Alpian s, MM. Ali Sadikin, Lurah Pangkalan balai, Lurah Mulia agung, dan Lurah Seterio serta Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Banyuasin III.








