Desa Lebak Budi Miliki Air Terjun Curup Bali

42.439 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Ternyata Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim memiliki banyak potensi wisata alam berupa air terjun. Sebelumnya sudah ada objek wisata air terjun Bedegung yang telah menjadi Icon wisata di Kabupaten Muara Enim, lalu ada air terjun Curup Napal Carik, Curup Lemutu, dan terakhir ini ada di Desa Lebak Budi bernama air terjun Curup Bali.

Desa Lebak Budi Miliki Air Terjun Curup BaliPotensi wisata alam itu kini masih dikelola oleh warga desa setempat, dan diharapkan nantinya bisa dikembangkan menjadi obyek wisata yang bisa menarik minat wisatawan.

Advertisement

“Ternyata air terjun Curup Bali juga mempesona, tak kalah dengan curup lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Tanjung Agung,” tutur Yansa didampingi Kalvin anggota Forum Pecinta Alam Lawang Kidul dan Tanjung Agung (Formapalakita), Kamis (17/12/2015).

Menurut Yansa, peran Pemerintah Kecamatan setempat dan Pemkab Muara Enim melalui instansi terkait sangat dibutuhkan agar air terjun Curup Bali dapat menjadi lokasi wisata baru bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Muara Enim.

“Harapan Kami kedepan, curup ini bisa dipelihara dengan baik oleh warga dan pengunjung. Terutama kebersihan lingkungan. Kepada Pemkab Muara Enim, kami berharap dapat mempermudah akses jalan, supaya masyarakat dapat menikmati keindahan Curup Bali tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Lebak Budi, M Hasan Taro mengatakan, Curup Bali yang ada di Desa Lebak Budi itu mulai dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Kata dia, pada jaman itu ada seseorang yang menetap di sekitar curup tersebut dan orang itu bernama Bali. Nah, sejak itu masyarakat setempat menyebut lokasi air terjun itu bernama Curup Bali.

Kata dia, curup itu dialiri oleh sungai tarikan yang melintas desa, dan di dalam sungai itu terdapat lubuk yang dinamakan lubuk getuk gangsa. Menurut dia lagi, Lubuk getuk gangsa itu sendiri mempunyai arti yaitu Getuk, berarti pentungan yang di buang di lebuk dan berubah menjadi ikan.

“Kemudian Gangsa mempunyai arti benda pusaka yang terbuat dari bahan kuningan dan sekarang menjadi lubuk Getuk Gangsa. Petungan yang berubah menjadi ikan itu saat ini masih sering terlihat oleh masyarkat,” terangnya.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?