Diduga Lakukan Penghinaan , Oknum Kepala Desa Dilaporkan Ke Polres Banyuasin

5.066 dibaca
Gambar hanya ilustrasi dan tidak terkait berita

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Ummi syahid Warga Desa Lubuk Rengas Kecamatan Rantau bayur, Kabupaten Banyuasin Sumsel. Melaporkan Oknum Kepala desanya ke Polres Banyuasin. atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik. melalui pesan pendek (SMS).

“Klien saya Ummi syahida mendapatkan Penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui SMS yang kita sangkahkan UU ITE No 19 Pasal 27 Tahun 2016 dan atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP, kejadian Tanggal 28 Agustus 2019, jam 08. 08 wib, Ketika korban Syahida sedang berada Didalam Rumah Orang Tuanya,yang beralamat di Desa Lubuk Rengas RT 05 RW 02 Kec. Rantau Bayur Kab. Banyuasin. “Jelas Deni ramadani. SH dan Angga Julian Aqsa. SH. Kuasa hukum Ummi syahida saat menjelaskan kepada Wartawan BUANAINDONESIA usai membuat laporan ke SPKT Polres Banyuasin. Selasa. 24/09/19.

Diterangkannya, kejadian tersebut berawal ketika ada percakapan di Grup Whatsapp Kader Posyandu Desa Lubuk Rengas, bahwa Kepala Desa Lubuk Rengas mengintruksikan semua kader dan Kasi-Kasinya untuk menginvetarisir barang-barang yang ada di Gedung Posyandu lama, sebab pihaknya baru menyelesaikan gedung baru dan siap untuk pindah.

“Awalnya ada percakapan di Grup Whatsapp, kemudian Ummi syahida melakukan sms ke Oknum Kepala Desa dan kemudian terduga Pelaku Oknum Kepala Desa HMT membalas sms dengan no Hp 0822 XXXXXXX ke no hp korban yaitu 0822 XXXXXXX dengan kata kata “ tidak pantas” . Atas kejadian tersebut korban SYAHIDA UMAMI mengalani trauma karena perkataan hina melalui Sms tersebut. dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuasin,”Ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Lubuk Rengas ketika di konfirmasi BUANAINDONESIA membenarkan bahwa pihaknya memberikan pengumuman di Grup Whatsapp Desanya. “Ya kita kalau ada kegiatan kita umumkan melalui grup, saat itu saya menghimbau semua kader dan perangkat saya untuk menginvetarisir barang-barang yang ada sebab kita mau pindah ke gedung baru, tapi tiba-tiba ada yang SMS ke handphone saya yang kecil dan saya tidak tahu nomernya karena tidak saya simpan, dan SMS saya seperti ini, ” Siap di Gaweke”(Siap dikerjakan Pak Kades,” kemudian saya balas “Gawe ape ple” ( Kerja apa pula) namun karena keypad handphone saya kecil jadinya terpencet di huruf lain dan terkirim,”Ucapnya.

Dirinya menambahkan bahwa dia telah melakukan iktikad baik kepada pelapor dengan meminta maaf kepada suami dan keluarganya. “Sebelum ini masuk ke meja SPKT Polres Banyuasin, ada tokoh adat Desa saya memberikan pengertian kepada keluarga pelapor agar diselesaikan secara kekelurgaan, dan kemudian saya sendiri bersama keluarga datang kerumahnya meminta maaf, empat hari setelah laporan mereka masuk ke Polres Banyuasin, malahan Dia (Korban red) mengatakan nanti kita damainya di Polres saja, padahal sekali lagi saya katakan saya tidak sengaja sebab saya tidak kenal no yang SMS tersebut,” ujarnya.

Ditambahkannya, setelah laporan masuk dirinya mendapatkan telepon dari pihak kepolisian, kemudian saya jelaskan bahwa saya tidak kenal no yang SMS ke handphone saya yang kecil.

“Sudah di panggil saya oleh kepolisian dan sudah saya jelaskan, dan kepolisian mengatakan bahwa mereka akan mendatangkan para ahli terlebih dahulu seperti ahli bahasa, ahli telematika,” tukas Herwani.

Bagaimana Menurut Anda?