Ditengah Pandemi Corona, Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Suka Mulya

12.563 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN -Ditengah merebaknya Pandemi Covid19 atau Virus Corona saat ini, Ratusan warga Desa Suka Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin tetap mengelar aksi demo dihalaman kantor desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, (27/5/2020).

Seakan tidak menggubris Maklumat Kapolri dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah agar mematuhi protokol kesehatan, ratusan warga mempertanyakan kejelasan realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang terdampak Covid-19 yang diduga tidak tepat sasaran sehingga warga menggelar aksi mosi tidak percaya kepada Pemerintah Desa setempat.

Advertisement

Menurut Ketua BPD Desa Suka Mulya, Joko Siswanto, aksi yang dilakukan warga tersebut sebagai mosi tidak percaya akibat ketidak transparanan dalam penyaluran dana BLT. BLT yang telah disalurkan pada warga yang menerima, diduga tidak tepat sasaran.

“Saya mendampingi warga yang mengelar aksi demo menuntut Pemdes transparan dalam menyalurkan dana BLT. Setelah sebelumnya warga juga pernah menyuarakan tuntutan mereka. Dan hari ini merupakan aksi yang kedua,” ucap Ketua BPD Suka Mulya Joko Siswanto.

Berdasarkan musyawarah dan penetapan penerima BLT DD tahap pertama, Pemdes Suka Mulya bersama BPD mengeluarkan 177 KK penerima BLT. Namun, keluarnya nama-nama dari 177 KK tersebut berbuntut aksi demo yang dilakukan warga.

“Setelah nama keluar dan pembagian BLT tersebut dilakukan Pemdes, terjadi persoalan ditengah-tengah warga, banyak BLT yang diserahkan meleset dari harapan,” imbuhnya.

Dengan demikian, ratusan warga tersebut menuntut agar kepala desa menarik kembali uang BLT yang telah dibagikan tersebut dan membagikannya secara merata.

Senada dikatakan salah satu pendemo yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, banyak warga yang mampu dan memiliki warung justru mendapatkan BLT, sementara warga yang kurang mampu justru tidak mendapatkan bantuan.

“Pemdes tidak transparan, dengan cara diam-diam membagikan BLT pada penerimanya di malam hari, selain itu penerimanya juga tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh warganya terkait tuduhan yang mengatakan Pemdes tidak transparan, Kepala Desa Suka Mulya Kecamatan Betung, Eko Santoso, mengatakan pihaknya telah bekerja sesuai prosedur dan juknis dalam penyaluran BLT DD tahap pertama tahun 2020 dengan melakukan berbagai tahap mulai dari pendataan warga hingga tahap validasi.

“Tuntutan yang diinginkan warga pada kami sangat tidak masuk akal, meminta uang BLT yang telah dibagikan ditarik kembali lalu dibagikan secara merata. Ini kan tuntutan yang tidak mendasar dan keliru,” jelas Eko.

Terkait warga yang mengatakan bahwa penyaluran BLT tidak tepat sasaran, pihaknya mengaku telah melakukan pendataan sesuai dengan prosedur bahkan data yang diambil benar-benar langsung dari RT.

“Bila warga ingin penerima BLT DD tahap 1 ini kita revisi, nah ini baru akan kita bahas setelah ini. Nanti pas akan pencairan BLT tahap 2, nanti semua warga kita libatkan dan kita tunjukan data penerimanya,” imbuhnya. (red)

Bagaimana Menurut Anda?