Dituding Cemari Lingkungan, Warga Geruduk Perusahaan

12.259 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com
– Puluhan masyarakat dari empat desa mendatangi PT Guo Hua Energi Musi Makmur Indonesia (PT GHEMMI) di Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku, Rabu (10/8/2016). Mereka menuntut ganti rugi lahan kebun karet yang terkena limbah pada saat musim banjir lalu. Limbah tersebut mengaliri kebun masyarakat sehingga banyak tanaman karet yang mati dan hasil produksi jadi berkurang.

Warga Kelurahan Payuputat dan Desa Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih serta warga Desa Dangku dan Desa Siku Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim ini juga meminta penyediaan air bersih dengan cara dibuatkan sumur di dalam satu hektarnya satu galian sumur. Mereka menengarai limbah pabrik menyebabkan pencemaran sungai oleh kandungan zat kimia, sehingga masyarakat tidak berani lagi untuk mengkonsumsi.‬

Advertisement

‪Berdasarkan pantauan BuanaIndonesia.com, aksi massa yang dipimpin oleh Saiful Antoni, warga Desa Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih sempat melakukan blokade akses jalan dari tambang menuju pabrik, sehingga aktivitas perusahaan terganggu.

Mediasi antara pihak warga dan perusahaan pun dilakukan. Mediasi ini  dipimpin Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Zulkarnain didampingi Kasubbag Humas AKP Arsyad, dan Kapolsek Rambang Dangku AKP Herly Setiawan

Kata Zulkarnain warga sepakat untuk penyediaan air bersih, pihak perusahaan dan pihak warga sepakat untuk membahas persoalan ini secara musyawarah pada 19 Agustus 2016.

” Perusahaan pada intinya bersedia untuk menyelesaikan semua permasalahan yang dituntut oleh warga. Namun harus musyawarah, saling menghormati dan saling menghargai,” tutur Zulkarnain.

Bagaimana Menurut Anda?