H. Askolani dan H. Slamet Realisasikan Program Petani Bangkit

1.938 dibaca
Didampingi Wakil Bupati Banyuasin, Kadis Buntanak Banyuasin, Kepala Desa Biyuku, Ketua DPRD Banyuasin dan Asisten I Banyuasin, H. Askolani menyerahkan Sapi untuk masyarakat
Didampingi Wakil Bupati Banyuasin, Kadis Buntanak Banyuasin, Kepala Desa Biyuku, Ketua DPRD Banyuasin dan Asisten I Banyuasin, H. Askolani menyerahkan Sapi untuk masyarakat

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH didampingi Wabup H. Slamet Somosentono, SH. dan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, Edil Fitriadi, Camat Suak tapeh, Sashadiman ralibi. S. Ag. M. Si, serta Kepala Desa Biyuku. Imron, melaunching salah satu Program Prioritas Petani Bangkit melalui  Program 1 KK 1 sapi ditandai dengan Penyerahan  2 ekor Sapi di Desa Biyuku Kecamatan Suak Tapeh,

Bupati H. Askolani. menjelaskan progran  1 KK 1 sapi yang di launching itu bertujuan untuk peningkatan mutu genetik Sapi Lokal (Upgrading) dengan introduksi bibit Sapi Unggul, Peningkatan produksi daging dengan penyebaran sapi-sapi unggul untuk dipelihara dan dikembangkan petani peternak di Kabupaten Banyuasin.

“Dengan Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat dan motivasi yang lebih kuat bagi masyarakat petani/peternak untuk mau mengembangkan usaha diwilayah masing-masing demi terwujudnya Visi Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, ” Ucapnya, Kamis. 2/1/20.

Dijelaskannya,  Ada 105 ekor sapi yang akan didistribusikan kepada kelompok tani di lima kecamatan “Yakni Banyuasin III, Suak Tapeh, Talang Kelapa, Rambutan dan Air Kumbang yang dibiayai melalui APBD Banyuasin dan Pokir. dan 6 ekor Sapi  10 kerbau yang di distribusikan untuk pengembangan Agribisnis di Kecamatan Air Salek dan Kecamatan Betung.” Ujarnya.

Ia menambahkan secara teknis indukan sapi dipelihara kelompok tani sampai punya anak beberapa tahun kemudian induknya akan dipindahkan ke kelompok tani lainnya.

“Kita lihat Perkembangan sapi yang kita serahkan ini, bila nanti berkembang biak maka sapinya akan kita bagikan ke petani lain,” imbuhnya.

Selain itu Bupati H. Askolani berharap agar menerima bantuan dari pemerintah pusat, dirinya juga mengandeng pihak perbankan agar difasilitasi dengan modal pinjaman dan dana CSR kelompok petani sehingga peternakan dapat berkembang cepat.

“Jadi tidak hanya dibebankan APBD saja, Melalui Pihak ketiga juga bisa dilakukan untuk mewujudkan Program Petani Bangkit,” pungkasnya

Bagaimana Menurut Anda?