Hadapi Apel Gabungan Karhutlah, Ini Intruksi Sekda Banyuasin

22.525 dibaca
Sekda Kabupaten Banyuasin gelar rapat persiapan apel gabungan Karhutlah

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Pemkab Banyuasin menggelar rapat persiapan apel gabungan personil/Peralatan Pencegahan Karhutlah tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Sekda Kabupaten Banyuasin.

Hadir dalam kegiatan, Sekda Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim. ST. MM, MBa. Kepala BPBD Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian. MM, Kabag Protokol Pemkab Banyuasin, Hasan Asy’ari. Kabag Umum Pemkab Banyuasin, Rustam Sani. SH. Polres Banyuasin, Kodim 0430 Banyuasin,

Advertisement

“Hari ini kita menggelar apel persiapan menghadapi Karhutlah, sebab kita pastikan akan terjadi Kemarau Panjang, maka dari itu kita antisipasi, harapan kita Banyuasin zero hotspot.”Ucap, Kepala BPBD Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian. MM. Ketika dibincangi, Jumat. 19/5/23.

Harapan kita ke Masyarakat, Lanjut Alpian. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan membakar,

” Kita intruksikan kepada seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar, dan Perusahaan juga ada MoU bahwa dengan radius 5 KM dari HGU perusahaan mereka membantu mengatasi Karhutlah.”Ujarnya.

Ditegaskan Alpian, bahwa Indonesia dilanda El Nino, Elnino ialah panas air yang menyebabkan hujan tanpa adanya kantong awan.

“Ya saat ini tengah terjadi musim aneh, seperti Kemarau tetapi masih turun hujan, hal tersebut disebabkan oleh Elnino, inilah perubahan iklim yang ekstrim, uap air tinggi hingga awan hujan tidak terbentuk, itulah disebut dengan El-Nino,”Tukasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim. ST. MM, Mba. Mengatakan Ditahun ini kita lihat dampak dari Elnino diperkirakan sampai Oktober 2023, puncaknya September, Elnino ini luar biasa panasnya sampai 36°C

“Kita intruksikan ke Dinas Perkebunan untuk mensosialisasikan ke perusahaan, ke petani untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, kemudian Manggala Agni, Polres dan Kodim untuk mensosialisasikan tidak membakar hutan.”Ucapnya.

Ditegaskannya, Bila terjadi, semua pihak harus kompak memadamkan kebakaran yang terjadi, mulai dari kepolisian, Manggala Agni, Perkebunan dan BPBD.

” Kita tekankan untuk terus mensosialisasikan larangan tersebut, sebelum apel gabungan kita laksanakan 25 Mei mendatang, maka sosialisasi dengan berbagai cara terutama media massa baik melalui media Online, televisi, radio maupun Facebook, harus gencar dilakukan oleh pihak terkait seperti BPBD, Kepolisian, Disbun, Kecamatan, Desa dan Lurah. “Tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?