
BUANASUMSEL-PALEMBANG- Banyaknya rumah kumuh di bantaran Sungai Musi dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sebagai potensi pariwisata.
Untuk mewujudkannya, Pemkot Palembang akan menyulap rumah kumuh menjadi rumah wisata air di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan penataan rumah terapung yang terkesan kumuh di pinggiran Sungai Musi menjadi program percepatan pembangunan pariwisata jelang Asian Games 2018 mendatang.
“Kita akan menata rumah dipinggiran sungai musi, supaya lebih indah,”Kata Harnojoyo. Minggu 19 Februari 2017
Penataan kawasan rumah kumuh dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengubah posisi depan rumah ke arah Sungai Musi. Karena sebelumnya, Sungai Musi hanya menjadi pemandangan di belakang rumah warga.
Alhasil, potensi pariwisata di bidang wisata air bisa didukung dengan adanya rumah terapung yang tertata dengan baik di bantaran Sungai Musi, Palembang.
Saat ini, Pemkot Palembang sedang fokus menata kawasan kumuh di Kecamatan Seberang Ulu II dan Kertapati Palembang.
Selanjutnya orang nomor satu di Kota Palembang ini, menggalakkan program nasional 100 persen pelayanan air bersih dan nol persen persen kawasan kumuh.
“Program penataan percepatan pariwisata ini kita tawarkan ke perusahaan di Palembang, baik melalui Corporate Social Responsibility (CSR), Build Operate and Transfer (BOT) atau kerjasama lainnya,”jelasnya.
Adapun Syaiful selaku Kepala Pekerjaan Umum (PU) Palembang mengungkapkan program penataan rumah kumuh yang dilakukan seperti penggantian kayu dinding dan lantai rumah, pengecatan hingga dekorasi lainnya. Bahkan, pihaknya mengganggarkan dana sebesar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta untuk bedah rumah kumuh di Palembang.
“Untuk perbaikan rumah kumuh, kita juga harus melakukan seleksi. Apakah rumah tersebut memang milik yang menempati atau bukan,”pungkasnya.








