BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG – Siang itu suasana di kediaman Sugeng, kawasan Alang Alang Lebar, Palembang, tampak berbeda. Sejumlah pengurus dan anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Banyuasin duduk melingkar. Tak ada kemewahan, namun dari ruang sederhana itu lahir sebuah harapan besar bagi para petani Banyuasin.
Melalui musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, Selasa (21/7/2026), HKTI Banyuasin resmi membentuk Koperasi Karya Tani Indonesia sebagai badan usaha milik organisasi yang diharapkan menjadi penopang kesejahteraan para anggotanya.
Rapat dipimpin Prasetia utama sebagai Ketua Rapat, didampingi Sumiati selaku Sekretaris dan Samsiah sebagai Bendahara Rapat. Seluruh peserta sepakat memilih nama Koperasi Karya Tani Indonesia sebagai identitas koperasi yang akan menjadi wadah pengembangan berbagai usaha produktif.
Dalam forum tersebut, Sugeng dipercaya memimpin koperasi sebagai ketua. Ia didampingi Parman sebagai Wakil Ketua, Widianti sebagai Sekretaris, dan Ismiati sebagai Bendahara. Sementara jabatan Ketua Pengawas diamanahkan kepada Hutpal Permata Putra, dengan anggota pengawas Karyono dan Rustam
Untuk memperkuat arah pengembangan usaha, koperasi juga membentuk sejumlah bidang sesuai potensi daerah. Prasetia utama dipercaya membidangi sektor pertanian dan perkebunan, Antonius Marbun menangani perdagangan, Diding Karnadi membidangi peternakan, sedangkan Reni bertanggung jawab di sektor perikanan.
Ketua HKTI Banyuasin yang juga menjabat Ketua Pengawas Koperasi, Hutpal Permata Putra, mengatakan pembentukan koperasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekonomi petani.
“Koperasi ini harus dikelola secara profesional, mandiri, dan menjadi wadah bagi berbagai peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Menurut Hutpal, koperasi diharapkan mampu mengembangkan usaha di sektor pertanian, perdagangan, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi potensi besar Kabupaten Banyuasin.
Sementara itu, Ketua Koperasi terpilih, Sugeng, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dengan gaya bicara yang sederhana, ia memilih menunjukkan komitmennya melalui kerja nyata.
“Saya memang bukan orang yang banyak bicara, tetapi saya lebih suka bekerja. Mohon dukungan dan kerja sama seluruh pengurus agar administrasi koperasi segera selesai sehingga koperasi ini bisa segera berjalan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kekompakan serta memperkuat komunikasi agar Koperasi Karya Tani Indonesia mampu berkembang menjadi badan usaha yang profesional, mandiri, dan benar-benar memberikan manfaat bagi para anggotanya.
Bagi HKTI Banyuasin, berdirinya Koperasi Karya Tani Indonesia bukan sekadar menambah lembaga baru. Lebih dari itu, koperasi diharapkan menjadi rumah bersama bagi para petani untuk tumbuh, saling menguatkan, dan membuka lebih banyak peluang usaha demi meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di Banyuasin.










