Ibu-ibu Daerah ini Sulap Lidi Kelapa Sawit Jadi Piring

10.778 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Luangnya waktu setelah disibukan dengan kegiatan di rumah sehari-hari tidak disia-siakan percumah oleh para ibu-ibu di Dusun Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel ini.

Disela-sela waktu luang itu para ibu-ibu di desa ini membuat kerajinan tangan dari bahan dasar lidi. yang ‘disulap’ menjadi piring ramah lingkungan. Bahkan, karna kreatifitasnya, kelompok emak-emak ini mendapatkan binaan langsung dari TP PKK Kecamatan Bayung Lencir

Advertisement

“Lidi kelapa sawit ini kami olah menjadi piring wadah makan, piring wadah buah, dan piring wadah kue,” ungkap Mujiana selaku Koordinator Ibu-ibu pengerajin Lidi Kelapa Sawit.

Dikatakan, kerajinan lidi kelapa sawit menjadi piring itu sudah digeluti oleh kalangan emak-emak di Muara Medak sejak tahun 2018. Menurutnya, Mulanya terinsipirasi untuk menciptakan wadah makanan bebas plastik. karena, begitu gencarnya Pemkab Muba sosialisasi bahaya plastik bagi Bumi yang tercemar. “Nah Peluang ini kita manfaatkan, dan kita punya ide bahwa lidi kelapa sawit kita jadikan wadah piring pengganti plastik tadi.” Ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa kelompok emak-emak fokus dalam bidang pengrajin piring dari lidi kelapa sawit itu terdiri dari 7 orang. Satu orang bisa menghasilkan 6 piring dalam satu hari.

Lebih Lanjut dikatakannya, saat ini piring dari lidi kelapa sawit tersebut sudah dipasarkan ke desa-desa yang ada di Muba. “Untuk sekarang pemasarannya baru dari mulut ke mulut, untuk harga ukuran sedang Rp80.000 perlusin dan ukuran besar Rp100.000 perlusin,” terangnya.

Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir. mengatakan bahwa pendampingan untuk pengembangan produk terus dilakukan. “Pendampingan agar produk tetap diproduksi. bahkan, dari TP PKK Kecamatan Bayung Lencir terus melakukan pembinaan untuk kelompok emak- emak pembuatan piring dari lidi kelapa sawit ini”, jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengungkapkan kreatifitas kalangan emak-emak di Bayung Lencir itu membuktikan bahwasannya warga Muba sangat kreatif dan memiliki jiwa entrepeneur. “Sebelumnya kan ada juga kerajinan pelepah pinang, yang dijadikan piring ramah lingkungan, dan rombongan pemuda Lalan yang mengolah sisa hasil panen menjadi camilan sehat. tentu ini sangat kreatif dan inovatif.” ujar Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel ini.

Dodi berkeyakinan, dengan hadirnya terus inovasi secara terus menerus dari pedesaan yang ada di Muba, dirinya optimis geliat perekonomian UMKM di Muba akan menunjukkan hasil positif dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan perekonomian di Sumsel. “Pemkab Muba akan terus mendampingi dan memberikan support untuk warga yang inovatif dan menghasilkan produk bermanfaat. dan ini bagian pemberdayaan masyarakat dalam pengentasan kemiskinan dan menambah pendapatan perkapita Masyarakat Muba Yang Go Green dan Produk pengganti plastik yang wajib kita dukung sepenuhnya.” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?