Kapolres Lubuklinggau Kunjungi Anak Penderita Gizi Buruk

18.927 dibaca
Kapolres Lubuklinggau Kunjungi Anak Penderita Gizi Buruk

BUANAINDONESIA.CO.ID, LUBUK LINGGAU – Kabar adanya penderita gizi buruk di wilayah Kota Lubuklinggau langsung direspon oleh Kapolres AKBP Hajat Mabrur Bujangga, Waka Polres Kompol Andi Kumara dan Ketua Bhayangkari Cabang Lubuklinggau, Jum’at (23/6/2017).

Tomi Chandra yang berumur 4 tahun mengalami gizi buruk yang berada di wilayah gang serasan Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Kapolres menfasilitasi agar balita itu mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit Sobirin Musi Rawas.

Advertisement

Kapolres menjelaskan, kedatangannya sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Yang mana menjelang HUT Bhayangkara 1 Juli 2017 nanti yang ke 71, maka dari itu kami melaksanakan kunjungan ke rumah anggota dan purnawirawan yang sedang sakit, serta mengunjungi Tomi Chandra yang menderita gizi buruk. Dan memfasilitasi untuk dirawat di rumah sakit agar cepat mendapatkan penanganan medis.

“Syukur Alhamdulillah kami dari pihak Polres Lubuklinggau beserta Bhayangkari telah melakukan kunjungan ke anggota polisi dan purnawirawan yang sedang sakit, serta terakhir mendatangi Tomi yang menderita gizi buruk. Dan berhasil membawa tomi untuk dirawat di rumah sakit. Hal ini dilaksanakan dalam rangka HUT Bhayangkara ke 71.”

Kapolres yang datang bersama Wakapolres, Kapolsek Lubuklinggau Timur, Kanit Provost, Kabag Ops, melihat secara langsung kondisi tomi dan keluarganya, yang tinggal di gubuk ukuran 3×3 dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tomi juga dirawat oleh nenek dan ayahnya karena ibunya sudah meninggal dunia. Dalam kesempatan ini
Kapolres meminta agar tomi untuk segera dirawat, walaupun sempat di tolak oleh ayahnya agar dirawat setelah habis Lebaran nanti.

“Kalau terlambat ditangani malah akan semakin berisiko terhadap penderita. Alhamdulillah setelah melakukan pendekatan dengan ayah pasien agar pasien bisa ditangani secepatnya oleh tenaga medis, dapat diterima oleh ayah pasien, jadi tidak harus menunggu setelah Lebaran baru dirawat.”

Bagaimana Menurut Anda?