Kodim 0406 Musi Rawas Manfaatkan Bios 44 Untuk Tingkatka Hasil Pertanian

15.228 dibaca
kegiatan aplikasi pemanfaatan limbah dan sampah menggunakan bios 44 di jalan lingkar Utara, Kota Lubuklinggau
kegiatan aplikasi pemanfaatan limbah dan sampah menggunakan bios 44 di jalan lingkar Utara, Kota Lubuklinggau
BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL – Guna meningkatkan hasil pertanian dan tentu dengan kualitas yang baik di wilayah kota Lubuklinggau, Kodim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melakukan pengaplikasian pemanfaatan limbah dan sampah dengan bios 44.
Untuk itu, pengaplikasian tersebut pihak kodim dan pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Peternakan melibatkan seorang profesor, yakni Tamim Pardede.
Dandim 0406 MLM, Letkol M Thohir saat di wawancarai usai melaksanakan kegiatan aplikasi pemanfaatan limbah dan sampah menggunakan bios 44 di jalan lingkar Utara, Kota Lubuklinggau provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah menyiapkan tiga kontainer atau tiga ton bios 44.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa datang ke kodim untuk mengambil, silahkan,” kata Dandim.
Dijelaskan M Thohir bahwa pihaknya akan terus memproduksi bios 44 tersebut dan sudah disebarkan di wilayah Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara. Sejauh ini, Thohir mengatakan bahwa bios 44 sudah lama dikerjakan pihaknya.
“Diwilayah kita, terutama diwilayah Lubuklinggau sebenarnya sudaha lama kita kerjakan. Yang pertama saya terapkan di mianiatur tekno park, eks kompi taba pingin, yang pertama itu digunakan untuk budidaya ikan. Kolam-kolam yang ada ditempat kita dikomplek Taba Pingin, itu sudah menggunakan bios untuk pembesarannya,” kata Dandim.
Kemudian yang kedua, pihaknya sudah menguji cobakan bios 44 pada tanaman  yang terdapat di mianiatur tekno park. “Itu ada beberapa tanaman yang sudah kita coba dengan menggunakan bios 44 seperti kedelai. Kemudian beberapa tanaman buah, kita sudah gunakan,” timpalnya.
“Memang saat ini belum berbuah dari percobaan, tapi dilihat dari dahan yang tumbuh, kemudian daun, warna dari daun, sangat berbeda,” bebernya.
Sedangkan Prof Tamim Pardede menjelaskan bahwa bios 44 sebelumnya sudah pernah digunakan untuk penanganan kebakaran lahan hutan dilahan-lahan gambut. Lalu dengan bios 44, apalagi lahan gambut yang PH-nya terlalu asam, otomatis PH-nya menjadi normal. Sehingga menjadi layak tanam.
“Artinya, bios 44 cocok untuk diaplikasikan dalam hal tanam menanam,karena lahan yang tidak bisa tumbuh tumbuhan akan bisa tumbuh kembali dengan disebarkan bios 44 itu, ini juga bisa mengganti pupuk kimia yang selama ini digunakan,”jelasnya.
Secara tekhnis penerapan dilapangan, penggunaan bios 44 disebar dengan harapan 30 hari setelah itu, tanah akan menjadi bagus. Bios itu diantaranya dicampur dengan bekas-bekas sampah sekaligus untuk mengatasi problem sampah khususnya di Lubuklinggau.
“Makanya dibeberapa peristiwa kita dilahan-lahan bekas tambang yang rusak, kita kasih bios, bisa ditanami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lubuklinggau, Subandio Amin mengaku pihaknya menggandeng Kodim 0406 sekaligus Prof Tamim Pardede untuk pengembangan program keragaman pangan lestari. Yang mana program itu di lokasi agro techno park di jalan baruu lingkar utara dengan luas lahan sekitar satu hektar.
“Sehubungan dengan adanya pak Prof, penerapan dan penggunaan bios 44, dicampur dengan tinja, disemprotkan dua minggu, bisa langsung ditanam,” celetuknya.
Kemudian program Keragama pangan lestari saat ini akan dikembangkan di delapan wilayah Kecamatan di Lubuklinggau. “Saat ini memang sudah dalam tahap pengolahan,” pungkasnya.

Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

Bagaimana Menurut Anda?