Kodim 0430 Banyuasin Gelar Komsos Bersama Masyarakat

1.377 dibaca
Kodim bersama Masyarakat menggelar penanaman pohon. Usai menggelar Komsos
Kodim bersama Masyarakat menggelar penanaman pohon. Usai menggelar Komsos

BUANAINDONESIA.CO.ID , BANYUASIN – Kodim 0430/Banyuasin menggelar kegiatan pembinaan komsos cegah tangkal Radikalisme dan Separatisme, di Aula Makodim 0430/Banyuasin jjumat (23/08/ 2019) sekiranya 09.30 Wib 

Kegiatan  tersebut dihadiri oleh Kasdim 0430/Banyuasin Mayor Czi Agus Supriyadi, S.Ag. Pasi Ter Kodim 0430/Banyuasin Lettu Inf Pringgo. Kanit Sosbud Polres Banyuasin Ipda Suhendra. KanitIntel Satpol PP Banyuasin Andreansyah, SE. Lurah Mulya Agung Bpk. Dadang adrianto, Nara Sumber Ust Taharudin. Anggota Kodim 0430/Banyuasin, Polres Banyuasin dan Satpol PP, Damkar dan Penyelamatan Banyuasin. Para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa AKN Banyuasin, para siswa -siswi Pramuka dan puluhan siswa  SMA di Kab. Banyuasin

Kasdim 0430/Banyuasin Mayor Czi Agus Supriyadi, S.Ag, yang pada intinya mengatakan Paham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis.

“Bahayanya sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan-tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya. Masalah terorisme di Indonesia, masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan.”Ucapnya.

Ditambahkannya, Mengenai radikalisme memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada sekelompok umat Islam yang menganut ideologi ekstrim/radikal dan melakukan tindakan teror, “Namun demikian kita harus memahami latar belakang sejarah dan masalahnya. Sejarah radikalisme dalam Islam diawali dengan lahirnya kelompok khawarij yaitu kelompok yang memerangi khalifah Ali Bin Abi Thalib dan mengkafirkan sebagian sahabat, yang kemunculannya pun sudah diprediksi oleh Nabi dan telah dinyatakan keluar dari kelompok Ahlussunnah Wal Jamaah. Kelompok khawarij ini sekarang menjelma dalam wujud Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).” ujarnya.

Masih kata dia, Hal lain yang perlu menjadi perhatian Kita semua adalah munculnya gejala kebangkitan kelompok radikal kiri yang berideologi komunis (PKI gaya baru). “Bangkitnya ideologi komunis ini dilakukan dengan cara menyusup ke berbagai lini, mulai dari ormas, partai sampai pada lembaga-lembaga negara hal itu terbukti dari gencarnya pihak-pihak tertentu yang menghendaki agar dicabutnya TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) Mencermati itu semua maka diperlukan pendekatan multidimensi untuk memecahkan akar masalah ini dengan melibatkan berbagai elemen, instansi dan tokoh masyarakat mengingat bahaya radikalisme, terorisme bahkan paham radikalisme, komunisme ini sudah sangat mengancam integritas bangsa, menimbulkan ketidakstabilan dan merusak kerukunan umat beragama.” imbuhnya.

Dirinya berharap, Pemberantasan radikalisme, terorisme dan komunisme adalah masalah yang kompleks. Hal ini bukan tugas aparat keamanan saja tetapi tugas-tugas semua pihak . Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat bukan saja mempersulit pemberantasan tetapi juga akan memberikan ruang hidup bagi para teroris .Oleh karena itu peran aktif seluruh masyarakat dan para tokohnya akan sangat membantu tugas-tugas aparat pemerintah terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan gerakan radikal serta aktivitas terorisme dan premanisme

“Saya berharap setelah kita memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme, terorisme, komunisme dan premanisme kita akan dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan  inii dirumuskan menanggulanginya. Harapan dalam tema kegiatan kita kali ini yaitu Indonesia jaya tanpa radikalisme, terorisme dan komunisme”tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?