Lawan Kampanye Negatif Dodi Perjuangkan Harga Sawit. ini Yang dilakukan

15.344 dibaca

BUANANINDONESIA.CO.ID, Tidak bisa dipungkiri Tantangan terbesar yang dihadapi industri sawit nasional saat ini hingga tahun-tahun mendatang adalah harga yang merosot. Ditengah Kelapa sawit menjadi produk ekspor nomor satu di Indonesia dengan nilai US$ 20 miliar pada 2013.

Diprediksi, Salah satu pemicunya adalah kampanye negatif di luar negeri. Dimana Pihak Uni Eropa menganggap Industri sawit nasional tidak ramah lingkungan. Ditambah lagi dikeluarkannya peraturan EU 1169/2011 yang mempersyaratkan pencantuman sumber minyak nabati secara spesifik untuk seluruh produk makanan yang beredar di UE. Selain itu, Indonesia juga mendapat tuduhan dari UE atas produk biodiesel dan fatty alcohol.

Advertisement

Untuk itu, H Dodi Reza Alex. Selaku Bupati Musi Banyuasin dan Ketua LKTL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari /Chairman of sustainable Districts Platform), berencana melakukan paparan saat menghadiri undangan Aliansi Minyak Sawit Eropa / (EPOA) di European Palm Oil Conference, Madrid awal Oktober 2018. Dengan tujuan, untuk melawan kampanye negatif tersebu. Dengan harapan, Posisi Indonesia sebagai produsen terbesar kelapa sawit dunia harus tetap eksis.

Di konferensi ini Dodi akan berjibaku bersama pembicara lainya dari Indonesia, yakni Enggartiasto Lukita, Menteri perdagangan Republik Indonesia / Minister of Trade Indonesia) dan Dubes RI Arif Havas Oegroseno untuk Negara Jerman (Ambassador Embassy of the Republic of Indonesia to Germany)

Ada sejumlah bekal mujarab yang akan paparkan orang nomor satu di Muba Sumatera Selatan itu. antara lain. Muba punya lahan sawit sangat luas. Muba pun tercatat sebagai pelopor peremajaan sawit di Indonesia. Serta Muba menjadi contoh program peremajaan kebun (Replanting) kelapa sawit melalui pendanaan langsung dari pemerintah pusat untuk 4.446 hektare kebun kelapa sawit masyarakat. Dan Kini, replanting telah berjalan dengan baik.

Selanjutnya, Dodi akan menjalin sinergitas dengan pemerintah pusat dan stakeholder terkait untuk dikembangkan demi meningkatnya hasil panen. Targetnya, para petani kelapa sawit yang tadinya meraup 2 ton/ ha menjadi 8 ton/ha. Lebih penting lagi, Dodi punya arena untuk membukakan mata peserta konferensi sawit hingga memperjuangkan harga sawit indonesia kedepannya

“Saat ini kita diserang kampanye negatif yang menyatakan produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) asal Asia tidak ramah lingkungan. Tuduhan ini digaungkan oleh negara-negara Eropa. Sehinggga berefek penurunan harga minyak sawit di pasar globa. Muba sebagai pemasok produksi sawit Indonesia juga kena dampak,” terang Dodi Reza Alex, Minggu,

Di arena konfrensi Minyak Sawit Eropa (European Palm Oil Conference,) EPOC 2018, Madrid Spanyol, Dodi harus meyakinkan pihak swasta industri sawit dunia, pemerintah Eropa serta para pakar minyak sawit dunia. Misi dan pesan bahwa kelapa Sawit Indonesia Ramah Lingkungan menjadi topik utama paparan ini. “Hal inilah yang harus disikapi dengan baik oleh semua pemangku kepentingan di industri sawit indonesia. Saya bersama pemerintah Indonesia akan memperjuangkan misi ini di konfrensi Minyak Sawit Eropa. Dunia harus tahu industri sawit Indonesia ramah lingkungan dan berkelanjutan,” terang Dodi yang akan berbicara pada 3 dan 4 oktober 2018.

Menurut Dodi Reza Alex, konferensi ini juga meenghadirkan Yayasan Spanyol tentang Minyak Sawit Berkelanjutan, proyek Minyak Sawit Berkelanjutan Eropa, dan sejalan dengan Inisiatif Nasional Eropa untuk Minyak Sawit Berkelanjutan, Negara Penghasil Minyak Sawit dan ‘Deklarasi Amsterdam Group. Pihak paling kompeten dalam industri sawit Eropa ini fokus dalam mendukung rantai suplai minyak sawit berkelanjutan sepenuhnya pada tahun 2020.

“Di konfrensi ini kita akan mengkampanyekan hasil kelapa sawit Musi Banyuasin dan indonesia yang ramah lingkungan. Hasil kelapa sawit kita lebih baik dan ramah lingkungan. Pelaku sawit dunia dan Eropa harus paham posisi Indonesia dan Muba dalam hal penghasil sawit terbesar dunia. Tentu kedepan harga sawit Indonesia harus naik dan meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit kita,” tegas Dodi

Bagaimana Menurut Anda?