Lembaga ini, Kelola Sampah Jadi Rupiah

14.137 dibaca
Lembaga ini, Kelola Sampah Jadi Rupiah
Ketua sekaligus pendiri Jejak Hendra setyawan

OKU, Buanaindonesia.com – Realisasi untuk menjadikan kota Baturaja kabupaten Ogan Komerin Ulu (OKU) yang sehat dan bersih dari sampah sepertinya menemukan titik terang.Bahkan, Jika selama ini sampah menjadi hal yang menjijikan dan mengganggu, kini sampah bisa menjadi Rupiah.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jelajah Alam Konservasi (Jejak) Indonesia yang akan mengubah sampah itu menjadi rupiah, pasalnya kini jejak Indonesia telah membangun Bank Sampah Baturaja (BSB) sekaligus akan mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat, seperti pupuk organik dan biji plastik. Lokasi pengolahan ini terletak di belakang pasar induk kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Timur.

Advertisement

“Kalau yang organik akan kita buat jadi pupuk kapsul, yang merupakan temuan dr.Gribladi, kalau yang non organik akan diolah menjadi biji plastik. Serta, rencananya akan di buat sampai menjadi sebuah produk seperti mangkok penampungan karet dan produk lainnya”. Ujar Hendra Setyawan pendiri dan ketua Jejak yang ditemui diruangnya, kamis (24/3/2016).

Hendra mengatakan saat ini pabrik bank sampah tersebut sudah mulai beroperasi melakukan pengumpulan sampah, meskipun mesin pengolahan baru akan datang sekitar senin mendatang. Bank Sampah Tersebut akan diresmikan oleh Bupati OKU Drs Kuryana Aziz Pada bulan April mendatang.

“lagi moment yang pas untuk peresmian oleh pak Kuryana, rencanya bulan April nanti bertepatan dengan peringatan hari bumi, lagi pula, mesin pengolah tiba senin nanti. Tapi kegiatan sudah di mulai”. ujarnya.

Dalam sehari kata hendra bank sampah ini bisa memproduksi sampah mulai 1 ton bahkan sampai 3 ton sampah. Untuk memenuhi stock bahan baku sampah baik sampah organik dan sampah Unorganik seperti sampah plastik dan lainnya , pihak jejak telah bekerjasama dengan sekolah -sekolah di dan perkantoran di OKU. Pihak jejak akan melakukan sistem jemput bola untuk memgambil sampah-sampah tersebut.

“Ada sekitar 400 sekolah dan 100 perkantoran di OKU yang sudah bekerjasama untuk pengumpulan sampah, saat ini kita fokuskan pada sekolah-sekolah dan perkantoran, tapi tidak menutup kemungkinan nanti akan bekerjasama dengan pihak masyarakat, karna sampah ini, khususnya untuk sampah pelastik kita beli”. Ungkapnya.

Hendra berharap dengan adanya bank sampah ini dapat mengurangi permasalahan sampah, karna nantinya baik disekolah perkantoran dan masyarakat bisa mengumpulkan sampah untuk bisa di jual ke bank sampah.

Bagaimana Menurut Anda?