Lima Tokoh Banyuasin Dialog Dengan Bupati Banyuasin

20.005 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Menjelang Hari Jadi Kabupaten Banyuasin ke 17 yang akan di peringati 2 Juli 2019, Bupati Banyuasin H Askolani mengundang perwakilan tokoh masyarakat Kabupaten Banyuasin untuk berdiskusi dan tukar pikiran sekaligus meminta masukan (Petuah) dalam rencana tata ruang pembangunan Kabupaten Banyuasin secara umum dan tata ruang pembangunan Kota Pangkalan Balai sebagai ibu Kota Kabupaten, diruang kerja Kantor Bupati Banyuasin, Kamis (27/07/19)

Diskusi santai ini dihadiri lima tokoh, Drs H Noer Muhammad, KH Kaharudin Aziz, H Iskandar Zulkarnain, H Robani Syahrin dan Ir Ibnu Aziz.

Advertisement

Bupati H Askolani mengatakan bahwa dirinya sudah menugaskan Bappeda dan Litbang untuk menyiapkan tata ruang Kota Pangkalan Balai dan tata ruang 21 Kecamatan. Dirinya ingin, dimasa kepemimpinannya Kota Pangkalan Balai ini benar-benar menjadi ibu Kota yang bisa dibanggakan.

“Termasuk 21 Kecamatan, tata ruangnya sudah ditata sedemikan rupa dengan segala keunggulannya,”. Ucap, Bupati Banyuasin, H. Askolani. SH Melalui Stafsus Bupati Banyuasin, Syaiffudin zuhri. SP. Kamis, 26/06/19.

Dikatakannya, Dalam Diskusi ini, rencana pelebaran jalan Merdeka sepanjang 9 KM akan dilanjutkan dengan dua jalur empat lajur dengan bagian tengah dibatasi taman dan lampu hias ‘Kemudian pembangunan Sport center yang terdiri dari Stadion Sepak Bola, Gedung Olahraga dan sarana lain yang terintegrasi. Dalam diskusi ini juga akan segera dilakukan peresmian nama-nama jalan dalam Kota Pangkalan Balai, seperti jalan Lingkar Kayu ara kuning-Seterio akan diberi nama jalan Soekarno Hatta sebagai penghargaan kepada proklamator kemerdekaan dan jalan-jalan dalam kota diganti dengan nama-nama tokoh yang dinilai berjasa terhadap Banyuasin.” ujarnya.

Selanjutnya, akan dipatenkan baju adat dan adat pernikahan Kabupaten Banyuasin. Termasuk juga dibahas terkait izin organ tunggal dalam hajatan pernikahan yang akan ditata sehingga tidak melanggar norma agama dan adat istiadat.

“Intinya, kelima tokoh ini mendukung dan mensuport Bupati dan Wakil Bupati untuk melaksanakan rencana pembangunan tersebut.” tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?