
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Upaya pemerintah kabupaten Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati H Askolani dan H Selamet untuk memajukan daerah termasuk sumber daya manusia terus digiatkan. Diantaranya dengan cara melakukan kerjasama dengan berbagai elemen termasuk telah melakukan Kerjasama dengan Berbagai perguruan tinggi. bahkan, hingga perguruan tinggi luar negeri.
Demi kemajuan daerah Pemkab Banyuasin dibawah kepemimpinan H. Askolani dan Selamet tidak segan-segan mengundang sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Banyuasin. diantaranya, Drs H Noer Muhammad, KH Kaharudin Aziz, H Iskandar Zulkarnain, H Robani Syahrin dan Ir Ibnu Aziz. untuk berdiskusi dan tukar pikiran sekaligus meminta masukan (Petuah) dalam rencana tata ruang pembangunan Kabupaten Banyuasin secara umum dan tata ruang pembangunan Kota Pangkalan Balai sebagai ibu Kota Kabupaten. diruang kerja Kantor Bupati Banyuasin, Kamis (27/06/19)
Bupati H Askolani mengatakan, dirinya sudah menugaskan Bappeda dan Litbang untuk menyiapkan tata ruang Kota Pangkalan Balai dan tata ruang 21 Kecamatan. Dengan harapan, dimasa kepemimpinannya Kota Pangkalan Balai benar-benar menjadi ibu Kota yang bisa dibanggakan. “Termasuk 21 Kecamatan, tata ruangnya sudah ditata sedemikan rupa dengan segala keunggulannya”. Kata Askolani
Dalam Diskusi ini, terungkap ada rencana pelebaran jalan Merdeka sepanjang 9 KM yang akan dilanjutkan dengan dua jalur empat lajur dengan bagian tengah dibatasi taman dan lampu hias
Kemudian pembangunan Sport centere yang terdiri dari Stadion Sepak Bola, Gedung Olahraga dan sarana lain yang terintegrasi. Dalam diskusi ini juga akan segera dilakukan peresmian nama-nama jalan dalam Kota Pangkalan Balai, seperti jalan Lingkar Kayuarakuning-Seterio akan diberi nama jalan Soekarno Hatta sebagai penghargaan kepada proklamator kemerdekaan dan jalan-jalan dalam kota diganti dengan nama-nama tokoh yang dinilai berjasa terhadap Banyuasin.
Selanjutnya, akan dipatenkan baju adat dan adat pernikahan Kabupaten Banyuasin. Termasuk juga dibahas terkait izin organ tunggal dalam hajatan pernikahan yang akan ditata sehingga tidak melanggar norma agama dan adat istiadat.
Didepan kelima tokoh ini, Bupati H Askolani juga memaparkan rencana pembangunan tujuh jalan poros dengan menggunakan dana pinjaman Bank SumselBabel sebesar Rp 288 Miliar. Dan optimis dalam waktu dua tahun semua jalan di Banyuasin bisa mulus.
Dari dialog ini, kelima tokoh ini siap mendukung dan mensuport Bupati dan Wakil Bupati untuk melaksanakan rencana pembangunan tersebut. Dan kapanpun dibutuhkan untuk memberikan masukan siap untuk hadir.
Tokoh Masyarakat Drs H Noer Muhammad mengatakan bahwa dirinya dan tokoh lainnya mendukung rencana baik Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan penataan Kota Pangkalan Balai sehingga menjadi sebuah ibu kota yang bisa di banggakan. Menurut dia, dengan usia 17 tahun, sudah memang selayaknya dilakukan penataan.

“Jujur kami menaruh harapan besar, dibawa kepemimpinan ananda Askolani dan H Slamet, Pangkalan Balai ini benar-benar jadi sebuah ibu kota Kabupaten dengan segala fasilitasnya, karena di masa lalu harapan ini belum terwujud, “katanya.
Dan dirinya, bersama tokoh lainnya siap memberikan masukan, pikiran bahkan tenaga demi rencana baik ini. Noer Muhammad juga berharap masyarakat Banyuasin memberikan suport dan saran dan kritikan yang membangun. “Kita dukung, kita suport, dan stop mengkritik yang tidak rasional, “tukasnya







