Lurah 26 Ilir, Erdawati : Edukasi Pengelolaan Sampah ke Masyarakat

14.858 dibaca
Lurah 26 Ilir, Erdawati,S.Sos, Edukasi Pengelolaan Sampah ke Masyarakat. Rabu 10 Oktober 2019. Foto : Yanti

BUANAINDONESIA. CO. ID, Palembang – Lurah 26 Ilir Erdawati, S.Sos memberikan pemahaman masyarakat tentang pola hidup bersih. Selain itu, dia memberikan edukasi mengenai lingkungan yang baik serta manfaatnya.

Erdawati mengatakan,  sampah plastik dan kertas akan dipisahkan ini membuat masyarakat mengetahui pola dasar pengolahan lingkungan. Bahkan bisa menimbulkan keuntungan bagi masyarakat.

Advertisement

“Edukasi ini pertama kali disosialisasi di kampung warga warni,” ujarnya saat ditemui di kantornya Rabu, 16 Oktober 2019.

Dijelaskan,selain pemisahan sampah masyarakat juga diajarkan untuk menghijaukan lingkungan sekitarnya. Selain menghijaukan juga tentunya mendapatkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada warga untuk menanam tumbuhan yang mudah tumbuh dan cepat berhasil. Seperti cabai,jahe, sayuran serta tumbuhan palawija lainnya. Sejauh ini sudah ada beberapa wilayah yang disosialisasikan membuat lima pot setiap rumah. Mulai dari RW 07, RW O5,RT 28, RT 27, RW 06.Semoga dalam waktu dekat semua wilayah dibawah Kelurahan ini bisa dilakukan sosialisasi,” bebernya.

Dikatakan, saat ini, sambung Erdawati, ada 4 TPS sampah di Kelurahan ini,   di Jalan  Arivai depan BPN, pasar Gubah. Sesudah pasar Gubah,  kemudian di rumah susun.

“Pada  hari normal maka mencukupi armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk mengangkut sampah. Tapi jika hari besar suka menumpuk sampah. Tapi kita akan wa langsung jika sampah sampai  meluber ke jalan. Sampai semua selesai  diurusi kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,” bebernya.

Terpisah Seklur Kelurahan 26Ilir D I Arsu menambahkan,   dalam proses pengolahan sampah pihaknya akan membuat bak sampah. Nantinya bak sampah ini akan terpisah antara sampah organik dan non organik.

“Jadi masyarakat secara mandiri bisa memilih sampah mana yang organik mana yang bukan. Ini juga memberikan kemudahan dari pihak DLHK saat akan mengangkut sampah nantinya,” (Yanti)

Bagaimana Menurut Anda?