Menteri ESDM Ground Breaking PLTU Banko Tengah 2X620 MW

9.718 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banko Tengah 2X620 MW atau dikenal dengan PLTU Sumsel 8 milik PT. Bukit Asam (PTBA) Persero Tbk, berlokasi di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim  resmi di Ground breaking oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Sabtu (7/11/2015).

IMG-20151107-01176Rencananya PLTU terbesar di Asia Tenggara tersebut akan di Ground Breaking langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Namun, karena ada tugas lainnya digantikan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said didampingi Dirut PTBA Milawarma dan jajaran Direksi lainnya.

Advertisement

Hadir juga pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Izra Fadri, Bupati Muara Enim Ir. H Muzakir Sai Sohar dan Wakil Bupati H Nurul Aman, Sekda Muara Enim Ir Hasanudin serta tamu undangan lainnya.

“Dengan didirikannya PLTU Sumsel 8 ini, semakin menguatkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional. PLTU Sumsel 8 merupakan PLTU terbesar di Asia Tenggara dengan investasi yang juga besar,” tutur Menteri ESDM, Sudirman Said.

Ground Breaking jangan hanya menjadi upacara atau ceremonial saja,  namun yang paling utama adalah action atau bekerja setelah ground breaking ini harus dilaksanakan dengan baik.

“Saya berjanji akan duduk bareng dengan Pemprov Sumsel dan PLN untuk menyelesaikan proses tender listrik d Sumsel sehingga tidak berlarut-larut dan memakan waktu yang lama,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTBA, Milawarma dalam sambutannya mengatakan adapun proyek pengembangan PLTU Mulut Tambang yang telah dilakukan PTBA yakni PLTU 2X110 MW Banjarsari, PLTU 2X620 MW Banko Tengah, PLTU 800-1200 MW Peranap, PLTU 3X10 MW untuk kebutuhan sendiri di tambang Tanjung Enim dan PLTU 2X8 MW untuk kebutuhan sendiri di pelabuhan Tarahan.

“PTBA merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang tambang batubara. Cadangan batubara sekitar 6,5 Milyar ton sehingga sangat strategis untuk pembangkit listrik mulut tambang,” terang Milawarma.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?