Motif Pembunuhan Kepala Branch Operational Manager Bank Mandiri cabang Baturaja Dilatari Asusila

18.850 dibaca
Dua tersangka pembunuh yoppy

BATURAJA, Buanaindonesia.com- Meskipun pihak kepolisian setempat seakan ‘menutupi dan merahasiakan’ apa yang menjadi motif pembunuhan terhadap Kepala Branch Operational Manager Bank Mandiri cabang Baturaja Yoppy Novrianto (35), oleh dua Abg asal daerah Lubai, Muaraenim itu, tapi sebab atau motif pembunuhan kasus tersebut sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat.

Baca : Polres OKU Ungkap Pembunuh Kepala Branch Operasional Manager Bank Mandiri Baturaja

Advertisement

Bahkan, masyarakat, termasuk kalangan pengguna media sosial terlebih para pengguna Facebook seolah lebih dulu tahu, apa motif sesungguhnya yang melatarbelakangi peristiwa sadis itu.

Intinya yang dibicarakan para pengguna media sosial tersebut erat kaitannya dengan asusila. Ya, Kasus pembunuhan Yoppy ini, latar belakangnya agak mirip dengan kasus hukum yang kini sedang heboh menjerat artis ibukota Saipul Jamil atau yang biasa disapa Bang Ipul itu.

Dan ternyata, dugaan masyarakat ini seolah mendapat pembenaran dari salah satu tersangka melalui sebuah pengakuannya yang cukup mengejutkan.

Saat ditanya wartawan, salah satu tersangka MA, mengaku tersinggung dengan perkataan dan perbuatan korban. Pertama kali tersangka MA mengenal Yoppy dari temannya S warga Lubai, Kabupaten Muaraenim yang saat ini masih buron.

Pada Minggu (21/2) lalu, perkenalan pertamanya dengan Yoppy. Saat itu Yoppy menghubungi S untuk jalan-jalan. Saat di jalan korban melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap tersangka, dan korban marah karna tersangka tidak bisa memuaskan hasrat korban. Tersangka yang merasa tersinggung langsung menjerat leher korban, dengan menggunakan timing belt mobil yang ada di dalam mobil korban.

“Korban sempat berontak dan langsung menghentikan mobilnya. Setelah itu baru meninggal,” katanya.

Menyadari hal itu, ia berdua S langsung menelepon teman R (15) pelajar SMK yang sama-sama diamankan polisi dan A (16) pelajar (masih buron,red).

“Mereka berdua kami minta untuk mengubur korban. Setelah itu kami pulang ke rumah bibik di batumarta. Mobil korban dibawa teman kami berinisial S ke hutan untuk disembunyikan,” urainya.

Tapi meskipun begitu kapolres OKU masih enggan untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut dikarnakan kasus ini masih di dalami.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?