Muba Uji Coba Aspal Campur SKAT

2.979 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, Muba- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai uji coba menerapkan teknologi terbaru dalam pembangunan Peningkatan Jalan Aspal HOTMIX, dengan Campuran Serbuk Karet (SKAT), kamis (11/10/18).

Teknologi campuran aspal dengan serbuk karet alam terkativasi (SKAT) uji ciba dan diterapkan  untuk pertama kali di desa Mulyo Rejo exstran B4 Kecamatan Sungsi Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepanjang 465 meter dimana uji coba  pengaspalan Jalan Desa tersebut menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi sebanyak Kurang Lebih sekitar 8,49 ton.

‘Untuk Tahap pertama ini, kita uji coba 465 meter dengan menggunakan teknologi skat,” Ungkap bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

Lebih lanjut Dody Reza Alex Nurdin Mengatajan, uji coba yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dan ketahanan aspal karet dengan teknologi Skat yang pertama kali digunakan.

“Nanti kita coba teknologi latex, lalu kita lihat mana yang paling tahan dan paling baik menyerap karet alam milik petani. Selanjutnya, kita buatkan ketetapan agar seluruh jalan yang dibangun di Muba menggunakan campuran karet,” jelas Orang Nomor Satu di Muba,

Sementara kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR RI   Ir Deded Permadi Sjamsudin ,M.eng Sc mengatakan, karet alam yang dicoba untuk diserap dan diterapkan pada sektor jalan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu di beberapa daerah .

Lanjut dia, untuk teknologi dengan Aspal Hotmix yang menggunakan campuran Serbuk karet Alam Teraktivasi (SKAT), baru pertama kali diterapkan di Indonesia yakni di Kabupaten Muba. “Inovasi bisa datang dari mana saja, dalam hal ini ada inovasi SKAT campuran antara serbuk karet alam dan aspal,” Jelasnya.

Dan sejauh ini, kata dia, teknologi aspal bercampur karet yang digunakan Kementerian PUPR RI teknologi latex. Dimana karet langsung dicampur dengan aspal, untuk di Sumsel telah diterapkan di Jalan Nasional Tebing Tinggi-Lahat sepanjang 11 Km, terangnya.

“Teknologi   SKAT ini patut diapresiasi, untuk konvensional dapat dilalui 15.000 lintasan dengan tonase besar, teknologi SKAT  ini bisa 2.500 lintasan. Namun, teknologi SKAT  ini masih perlu dilakukan pengembangan agar lebih baik lagi,” Ungkap dia.

Sementara, Plt Kepala Dinas PU PR Muba, Herman Mayori, menambahkan, terdapat tiga teknologi yang digunakan dalam aspal karet yakni teknologi berbasis latex atau karet cair, teknologi berbasis masterbek atau kompon padat, dan terknologi berbasis serbuk karet SKAT. “Untuk uji coba ini, kita gunakan teknologi ketiga yakni aspal bercampur serbuk karet alam,” bebernya.

Bagaimana Menurut Anda?