Warga Net Komentari Pendirian Pusdiklat Matreya Sriwijaya, Emi Sumitra: Kasihan Dia

18.075 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,-Penolakan pendirian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Umat Budha Matreya Sriwijaya Palembang yang berada di DesaTalang buluh , Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Oleh beberapa aktivis dan Ormas lainya di Banyuasin mendapatkan tanggapan dari warganet. Salah satunya Bernama Lia Alam.

Dalam komenrarnya Lia  menulis, Ibahwa Indonesia merupakan negara yang mempunyai keberagaman agama yang resmi, diakui oleh Negara.

dirinya juga memposting status facebook mengenai pembangunan universitas islam terbesar di Asia tenggara dan segera bisa menerima mahasiswa. kemudian, LA juga menyinggung masalah kritik keras dari beberapa aktivis mengenai suara adzan mendapatkan pengaturan dari Binmas Islam.

Menanggapi hal ini, Emi sumitra Anggota Dewan kabupaten Banyuasin menyayangkan prilakunya dari warganet bernama Lia yang terkesan lebih tahu dan paham. dirinya menyarankan kepada warganet bernama Lia untuk belajar lebih dalam.

“Kurasa ibu itu bicara sesuai dengan logikanya dan tidak ada dasar hukumnya. Dia berpendapat seperti itu sah-sah saja, tapi semua harus punya landasan baik secara aqidah maupun hukum formal melalui peraturan dan perundang-undangan yg berlaku.Tapi yang kami sayangkan dia seperti merasa lebih tahu dan lebih mengerti dari yang lain padahal dia sendiri belum tau bahkan tidak pernah melihat secara langsung fakta dilapangan.” Ucap, Emi sumitra, salah satu anggota DPRD Banyuasin yang menolak keras pembangunan Pusdiklat Matreiya Sriwijaya tersebut. Rabu, 12/09/18.

“Kasihan saja dia sampai bilang musholah itu sudah lama tidak terpakai? Saran saya buat beliau jangan terlalu banyak bicara jika tidak tahu masalah nya, cari bahan buat belajar yaitu PP 23 TH 1988 tentang batas wilayah. SKBM 8 dan 9 TH 2006 Tentang Pendirian tempat ibadah. UU 41 TH 2004 pasal 40 dan PP 42 TH 2006 Tentang pengalihan tanah wakaf”. ujarnya.

Sementara, Darsan salah satu aktivis Banyuasin juga menyayangkan prilaku dari warga net itu. Dirinya menambahkan, bahwa dari komentar tersebut menunjukan perizinan pembangunan pusdiklat di Talang buluh menuai konteoversi.

“Jika kita lihat dari perizinan IMB yang telah dikeluarkan Pemkab Banyuasin menuai kontroversi”. singkatnya.

Bagaimana Menurut Anda?