BUANAINDONESIA.CO.ID PALI – Rombongan Paskibraka Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melaksanakan Studi Wawasan Kebangsaan di Bali pada 26–30 November 2025. Program yang digelar oleh Kesbangpol PALI ini melibatkan 55 peserta dan bertujuan memperkuat nasionalisme, karakter kebangsaan, serta memperluas wawasan generasi muda tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, pada Selasa (25/11/2025). Ia menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para Paskibraka atas keberhasilan mereka mengibarkan bendera pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Wawasan kebangsaan ini adalah reward karena mereka telah sukses menjalankan tugas sebagai Paskibraka Pemkab PALI,” ujarnya.
Setibanya di Bali, rombongan langsung bertolak ke Kantor Kesbangpol Provinsi Bali. Mereka disambut oleh Drs. I Komang Kusumaedi, M.Si, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa.
Komang menilai kunjungan itu penting untuk memperkuat hubungan antar daerah serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
“Kunjungan seperti ini menunjukkan bahwa kita punya identitas sebagai NKRI dan menjadi inspirasi memperkuat kerja sama serta saling memahami,” katanya.
Pada kesempatan itu, Komang juga memaparkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2025, yang mengatur pemutaran lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila setiap hari kerja pukul 10.00 WITA di berbagai sektor. Kebijakan ini dinilai efektif menanamkan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Kepala Kesbangpol PALI, Dedi Ahmadi, mengapresiasi sambutan hangat dari Kesbangpol Bali. Ia menyebut banyak hal baru yang dapat dipelajari, termasuk kebijakan pemutaran lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00.
“Ini kebijakan menarik dan penting. Apa yang baik tentu bisa kami terapkan. Karena siapa lagi yang membanggakan Indonesia kalau bukan kita sendiri,” ujarnya.
Salah satu anggota Paskibraka, Melani Dwi Sasmita, menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti kegiatan penguatan wawasan kebangsaan tersebut.
“Kami belajar banyak hal baru, terutama soal disiplin. Semoga pengalaman ini membuat kami lebih baik dan bisa membawa nama baik Kabupaten PALI dan Indonesia,” tuturnya.








