Penataan Lahan Sawit di Desa Lubuk Karet Perhatikan Aliran Sungai, Upaya Cegah Banjir Dilakukan Sejak Awal

2.074 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN– Upaya penataan lahan untuk pengembangan kebun sawit di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan aliran air alami. Lahan yang sebelumnya berupa kebun karet kecil serta sebagian wilayah rawa kini mulai ditata oleh pemilik barunya.

Lahan tersebut diketahui dibeli oleh Raswan dari pemilik sebelumnya, Bujang Kepet. Selama bertahun-tahun, area itu dikenal sebagai cekungan air yang dialiri aliran dari sisi timur dan kerap dimanfaatkan warga sekitar sebagai kolam penampungan ikan alami, terutama saat musim kemarau.

Advertisement

Dalam proses pengembangan kebun sawit, Raswan menggandeng PT CIP untuk melakukan penimbunan menggunakan tanah humus. Namun, langkah tersebut bukan untuk menutup jalur air yang ada. Justru, aliran Sungai Sepongan dan Lubuk Nibung yang melintas di dalam lahan diperlebar secara signifikan.

Lebar aliran sungai yang sebelumnya sempit kini ditingkatkan menjadi sekitar 3 hingga 4 meter. Pelebaran ini bertujuan sebagai langkah antisipasi jangka panjang guna mencegah genangan dan banjir apabila terjadi curah hujan tinggi dalam waktu lama.

Sebelum pekerjaan dimulai, Raswan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Azwan. Pihak pemerintah desa menyambut baik langkah tersebut dan bahkan menyarankan agar dibuat sodetan tambahan sebagai jalur alternatif aliran air.

Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Azwan, menilai pelebaran sungai dan pembuatan sodetan merupakan solusi tepat untuk menjaga keseimbangan lingkungan di wilayahnya.

“Dengan aliran air yang lebih lebar dan adanya jalur kedua, air hujan dapat mengalir lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan yang berpotensi menimbulkan banjir,” ungkapnya.

Saat ini, aktivitas penataan lahan masih berlangsung. Alat berat tampak beroperasi untuk menggali serta memperluas jalur air di area yang sebelumnya merupakan rawa.

Warga Desa Lubuk Karet berharap langkah ini tidak hanya mendukung pengembangan kebun sawit, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta menjaga kawasan dari ancaman banjir saat musim hujan tiba.

Bagaimana Menurut Anda?