Perbaiki Pompa Air Luki Malah Tewas Kesetrum

12.581 dibaca

BUANASUMSEL.COM, EMPAT LAWANG – Naas yang terjadi menimpah Luki Ramadani (27) tenaga kerja sukarela (TKS) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPD P3A) Kabupaten Empat Lawang, saat hendak memperbaiki mesin pompa air di rumahnya malah tersengat aliran listrik sehingga membuat nyawa korban tidak terselamatkan, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi yang berhasil didapat kejadian bermula saat korban hendak memperbaiki pompa air listrik di sumur yang terletak di samping rumahnya. Saat hendak menarik pompa air yang tergantung di sling besi dalam sumur, tiba-tiba korban tersentrum aliran listrik yang diduga teralir ke sling besi dari pompa air yang terkontak aliran listrik. Tak ayal korban tersentrum hingga menyebabkan korban tewas seketika di tempat kejadian.

Advertisement

“Pompa airnya itu diikat dengan sling besi. Kemungkinan besar, sling besi tersebut terkontak listrik hingga tersentrum ke korban,” ungkap Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Darmawan saat dimintai keterangannya terkait kejadian tersebut.

Korban diketahui tersentrum aliran listrik pertama kali diketahui oleh kakaknya sendiri, yang merasa ada firasat tidak baik saat sedang mandi  dalam rumahnya. Dan benar pada saat keluar ia melihat adiknya sudah terkapar di tempat pompa air yang akan diperbaikinya. Sontak kakak korban berteriak minta tolong. Saat warga datang untuk menolong korban kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi. Untuk memastikan hal tersebut, korban akhirnya dibawa ke RSUD Empat Lawang, untuk diperiksa.

“Korban sempat dibawa ke RSUD, korban sempat dibawa lagi ke rumahnya ini, selanjutnya jenazah langsung dibawa ke Kota Lahat, tempat kelahirnya,” ujar Darmawan seraya menyebut saat kejadian memang sedang hujan deras.

Ditambahkan lagi korban diketahui merupakan warga dari Kota Lahat ini, masih lajang tinggal bersama kakaknya yang menjadi pegawai di BKD Empat Lawang. “Setahu saya mereka tinggal di rumah itu hanya berdua, kakak adik, sudah sekitar 2 (dua) tahun. Itu rumah milik mereka sendiri, bukan rumah kontrakan. Kalau asal mereka dari Kota Lahat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPD P3A Kabupaten Empat Lawang, Alhumaidi Saman membenarkan adanya kejadian yang menimpa TKS yang bertugas di kantornya tersebut. Menurut Alhumaidi, korban tersentrum di rumahnya di Talang Banyu Tebing Tinggi dan saat ini jenazah korban sudah dikebumikan sekitar jam 13.00 WIB di Kota Lahat.

“Ya, ini baru pulang melayat, korban tersentrum di rumahnya. Sudah dimakamkan di Lahat habis zuhur tadi,” jelas Humaidi

Bagaimana Menurut Anda?