Proyek Jalan Tanjung Mulyo Simpang Wali Songo Dinilai Lamban

20.104 dibaca

BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Perbaikan jalan di Tanjung Mulyo atau simpang walisongo desa Bukit kecamatan Betung kabupaten Banyuasin sempat menjadi perhatian dan pertanyaan warga setempat. Itu karena menumpukan material koral dibeberapa titik dibadan jalan sudah berlangsung beberapa Minggu. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan proyek itu akan dilaksanakan.

Mino warga setempat mengatakan, proses persiaan perkerasan jalan telah dilakukan beberapa Minggu lalu. hal itu terlihat telah ditumpuknya material koral dibeberapa titik dibadan jalan, mulai beberapa minggu yang lalu. Namun hingga saat ini, selain belum adanya papan nama proyek, tanda-tanda kapan akan dikerjakan belum juga ada.

Senada dikatakan Mardian Charles warga yang sama, menurutnya, dengan lambanya perbaikan perkerasan jalan tersebut akan semakin menghambat arus transportasi kendaraan yang berlalu lalang. Saat dimusim penghujan, kondisi jalan memprihatinkan, ditambah lagi dengan tumpukan material koral dalam waktu yang lama akan lebih memperparah arus transportasi, karena kendaraan seperti mobil hanya dapat menggunakan badan jalan sebelah akibat sebagian badan jalan lagi ditumpuk dengan material koral.    
 
“Mulai dari ditumpuknya koral dibadan jalan ini beberapa minggu lalu, hingga saat ini saya belum mendapat informasi siapa pelaksana proyek perkerasan jalan ini,” ujar Mardian Charles, senin, (18/10).
 
Lebih lanjut menurutnya, jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Untuk Jalan desa sendiri adalah jalan yang dapat dikategorikan sebagai jalan dengan fungsi lokal di daerah pedesaan, yakni sebagai penghubung antar desa atau ke lokasi pemasaran, sebagai penghubung hunian/perumahan dan sebagai penghubung desa ke kecamatan/kabupaten/provinsi.
 
Manfaat ditingkatkan jalan desa agar dapat memperlancar hubungan dan komunikasi dengan tempat lain, mempermudah pengiriman sarana produksi ke desa, mempermudah pengiriman hasil produksi ke pasar, baik yang di desa maupun yang di luar serta menigkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan, dan penyuluhan.
 
Perkerasan jalan itu sendiri menurutnya, tanah asli di bawah lapis pondasi harus dipadatkan dengan alat pemadat (mesin gilas, steamper, timbres) dengan kemiringan yang direncanakan untuk permukaan, lapisan podasi paling bawah adalah lapisan pasir yang berfungsi untuk memudahkan pemasangan batu permukaan dengan rapi dan rata, batu belah harus dipasang tegak lurus dengan as jalan (melintang), dengan ujung yang lebih runcing di atas agar bila terbebani tidak akan tembus lapisan pasir dasar, dan dikunci dengan batu kecil dan lapisan paling atas berupa campuran pasir dengan tanah terpilih, atau dapat terbuat dari sirtu dan atau krosok dengan tebal 2 cm, yang kemudian dipadatkan dengan mesin gilas roda besi (tandem roller).
 
Charles mengharapkan dalam pelaksanaan perkerasan jalan di Tanjung Mulyo khususnya, dapat diawasi bersama terutama masyarakat setempat. Sehingga kualitas pekerjaan nantinya dapat dipertanggung jawabkan,
”inikan jalan kita bersama yang menggunakan uang rakyat, kita mengusulkan sudah beberapa tahun sebelumnya dalam bentuk pengaspalan atau cor beton namun yang terealisasi baru perkerasan. Jadi sudah sepatutnya kita awasi bersama,” tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?