Puluhan Anak Menjerit di Polres Muara Enim

13.388 dibaca
Saat prosesi sunatan masal
Saat prosesi sunatan masal
Saat prosesi sunatan masal

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Sekitar 100 orang anak laki-laki usia 4-10 tahun menjerit histeris saat memasuki ruangan aula Polres Muara Enim, jeritan anak-anak tersebut karena takut saat akan disunat oleh petugas medis.

Sunatan Massal secara gratis yang diperuntukkan bagi keluarga yang kurang mampu tersebut merupakan kegiatan Bhakti sosial  dalam rangka HUT Bhayangkara Ke- 69 Polres Muara Enim.

Advertisement

Berdasarkan pantauan dilapangan, ada sebanyak 100 anak mengikuti sunatan massal dari beberapa desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Kota Muara Enim dan Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Dari jumlah yang terdata tersebut tidak semuanya berhasil disunat sebab ada beberapa anak yang tidak bisa dilakukan penyunatan karena ada kendala dengan burung (zakar). Kemudian ada juga anak-anak tersebut yang terlalu takut sehingga memberontak saat mau di potong.

Selain gratis bagi peserta Sunatan massal pihak polres juga menyediakan bingkisan berupa  peci, sarung dan uang transportasi.

Abun (29) orang tua dari Apri Yoga (10) usai mendampingi anaknya mengatakan, dirinya banyak mengucapkan terima kasih pada pihak Polres Muara Enim yang telah melakukan acara khitanan secara gratis ini.

“Aku ngucapkan  terima kasih nian dengan pak kapolres karena telah melakukan sunnatan secara gratis ini, sebab kami ni wong yang dek mampu. Kalau mampu kami  bisa mengkhitan dengan biaya dewek,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel IRJEN Pol. Prof. Dr.Iza Fadri, yang didampingi Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto, usai meninjau Bhakti sosial tersebut,  saat di konfirmasi wartawan mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan bhakti sosial yang dilakukan oleh jajaran Polres Muara Enim dalam rangka HUT Bhayangkara Ke 69.

“Selain Khitanan massal, juga dilakukan bhakti sosial donor darah, bedah rumah dan beberapa kegiatan lain. Dengan acara ini diharapkan bisa mengeratkan hubungan Polres dengan masyarakat Muara Enim,”tutupnya. (Siswanto)

Bagaimana Menurut Anda?