Ratusan Warga Bayung Lencir Desak Tuntut Pemasangan Gardu Induk PLN

15.113 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA -Ratusan warga berasal  dari 21 Desa dan 2 Kelurahan Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Forum Masyarakat Bayung Lencir (FORMABAL) KNPI, ASSIFA, Karang Taruna dan Tokoh Masarakat serta Tokoh Pemuda Kecamatan Bayung Lencir, Senin (9/12/19) melakukan orasi didepan kantor Kecamatan Bayung Lencir lama konvoi menuju kantor PT PLN dan PT DSSP Sumsel V Simpang B80 Desa Sindang Marga.

Sebelum masa bergerak konfoi menuju Simpang Tambang PT DSSP Power (PLTU) di Desa Sindang Marga, Camat Bayung Lencir Ahmad Toyibir
SSTP.MM menghimbau kepada Pengunjuk rasa jangan sampai
ada hal-hal yang memancing potensi keributan, “disana juga ada karyawan-karyawan yang Notebenenya adalah warga kita juga,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya bersama pihak Kepolisian dan Koramil akan mengawal aspirasi dan keamanan semua pihak.

Sementara, dalam aksinya pengunjuk rasa mendesak PT PLN dan PT DSSP POWER segera membuat gardu induk agar wilayah Bayung Lencir bebas dari krisis listrik dan Pemerintah Kabupaten untuk turut serta menyelesaikan persoalan dalam penambahan pembangunan atau pemasangan gardu induk PLN di Kecamatan Bayung Lencir.

Dengan meneriakkan “yel yel” tuntutan penambahan pemasangan gardu induk PLN, para pengunjuk rasa juga membagikan selebaran berupa tuntutan pemasangan kasus yang sudah berjalan sejak satu setengah tahun lalu.

Ustad M Teguh Pajari perwakilan dari Assifa , Erik Sujari dari KNPI, dan Imam Chamdani Koordinator FORMABAL (Forum Masyarakat Bayung Lencir) yang turut dalam aksi ini menegaskan, persoalan pemasangan gardu induk PLN Kecamatan Bayung Lencir ini sudah mengorbankan kepentingan warga Kecamatan Bayung Lencir.

Pasalnya, persoalan ganti rugi tanam tumbuh Jalur SUTET atau Lokasi PLTU di Desa Sindang Marga yang luasnya ratusan hektar untuk Kecamatan Bayung Lencir telah usai, namun aliran listrik hingga saat ini masih biar pet sehingga banyak peralatan elektronik masyarakat setempat menjadi korban terbakar dan konsleting.

“Kita turut prihatin dengan persoalan warga Kecamatan Bayung lencir ini, dan kita minta Wakil Rakyat (DPRD), Pemkab Muba atau Camat harus peka dengan persoalan ini,” tukasnya.

Sementara, setelah menerima perwakilan pengunjuk rasa, beberapa utusan baik dari PLN dan PT DSSP langsung menemui pengunjuk rasa dan menegaskan menunggu waktu satu bulan ke depan terhitung mulai hari ini, pihaknya segera mencarikan solusi untuk persoalan ini.

Bagaimana Menurut Anda?