Telusuri Sigi, Dodi Reza Alex Noerdin Bawa Misi Kemanusian

13.980 dibaca
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin (kiri) didampingi Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi (kanan) disambut dengan cara adat istiadat asli warga kecamatan kulawi
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin (kiri) didampingi Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi (kanan) disambut dengan cara adat istiadat asli warga kecamatan kulawi

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Meski perjalanan dari Sekayu Ibu Kota Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] ke tempat tujuan Kabupaten Sigi – Palu Sulawesi Tengah [Sulteng] menelan waktu berjama-jam, namun tak membuat Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. dan Tim Penkab Muba bersama tim Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) lelah dan letih.

Apalagi selama perjalanan, semangat tim kemanusian bercerita tentang indahnya panorama diselingi canda dan tawa. Ditambah lagi Komitmen kuat dari tim LTKL. Yaitu hanya satu menyelesaikan misi sosial guna membantu masyarakat Sigi. tepatnya di Kecamatan Kulawi yang terdampak Gempa Bumi magnitudo dan Tsunami berkuatan 7,4 SR pada Oktober tahun lalu.

Advertisement

“Tak terasa saat jarum jam menunjuk tepat pukul 06.00 WITA, saya bersama tim tiba di Bandara Sigi dan disambut Bupati Sigi M. Irwan Lapata untuk beristirahat sejenak sembari dijamu sarapan pagi. Setelah itu saya bersama bupati Sigi berserta rombongan melanjutkan kembali perjalanan dari Kota Palu melalui jalur darat menuju Kulawi”. Ucap Dodi Reza Alex Noerdin.

Dalam perjalanan menggunakan kendaraan, kata Dodi, ia bersama tim terus menelusuri jalan tanjakan berliku serta jurang yang dalam.  mobilnya beriringan dengan mobil Bupati Sigi, yang berada persis didepanya. Sembari menyapa warga yang tampak giat bergotong royong bersama sama. Membenahi rumah keluarga mereka yang terdampak gempa.

Diceritakan Dodi, Perjalanan menuju kecamatan Kulawi cukup ekstrim karena disisi sebelah kanan jalan jurang yang dalam sebelah kiri jalan tebing yang terjal. tetapi, meskipun extrim tidak menbuat mereka takut. karena, sepanjang penelurusan disuguhi pemandangan rumput dan pepohonan nan hijau serta luas seluas mata memandang, “di Hati kecil saya pun hanya berkata inilah kekuasaan Allah SWT, namun Allah SWT masih memberikan ke indahannya yang luar biasa alam di Sigi, dan semangat masyarakat di sana pasca gempa ingin terus bangkit untuk terus membangun daerahnya yang hancur oleh bencana dan sangat terasa budaya gotong royong itu ternyata menumbuhkan kebersaman kita saat suka dan duka sungguh warisan pendahulu kita yang wajib kita terus lestarikan di jaman sekarang ini”. Ungkapnya.

Menurut Dodi, Misinya sangat menyenangkan, karena merupakan pengalaman pertamanya, sejak diangkat menjadi Bupati Muba. Apalagi ketika dirinya bersama rombongan melewati jalan di areal perbukitan dengan didingnya sangat terjal dan miring, jalan di lalui itu pun cukup satu kendaraan dengan dipinggirnya jurang yang sangat dalam.

Sinar matahari memancarkan sinarnya menembus kaca kendaraan, seperti mengiringi laju kendaraan, dan sinarnya menyilaukan mata sang driver. Namun laju mobil yang  ditumpangi tetap melaju di jalan perbukitan. “Saya disuguhi juga dengan perjalanan yang sangat berbahaya di atas perbukitan itu, karena jalan tersebut sangat sempit berliku dan menikung tajam. Bahkan, kondisinya masih tanah bercampur pasir, debu-debu terlihat berterbangan menutupi jarak pandang kaca depan kendaraan, perlu keahlian driver melintas di jalan perbukitan”. Kata Dodi.

Bukan itu saja, sambung Dodi, perjalanan menuju ke Kecamatan Kulawi juga harus menembus hutan dan jalan yang sempit itu, “Saya bersama bupati Sigi pun mengajak rombongan untuk menyempatkan diri memberhentikan mobil untuk melihat-lihat pekerja proyek yang tengah fokus memperbaiki jalan”. Tambahnya.

Mobil buldozer PU Pemerintah setempat terus menderu membersikan jalan lintas yang berada di atas perbukitan, yang diketahui sebagai jalan lintas Palu menuju Kulawi. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk membereskan pengerjaaan jalan yang berada ditebing yang sangat terjal.Saya juga sempat bertanya, kepada salah satu pekerja, terkait pengerjaan jalan tersebut, ia meneranangkan sebelah kanan jurang yang mendalam, jalan tersebut tadinya putus dan tak bisa dilalui, sehingga warga Kecamatan Kulawi terisolir, bahkan lampu penerangan PLN putus, namun Alhamdullilah saat Tim Kemanusian Pemkab Muba LTKL dan Tim Bupati Sigi beserta rombongan lainnya yang ikut kompoi dapat melalui jalan tersebut dengan selamat sampai tujuan ke Kecamatan Kulawi.

“Saya dan rombongan pun langsung ke di Desa, Bolapapu, Kecamatan Kulawi untuk menemui Camat Kulawi Rolly. Penyambutan saya bersama rombongan sangat luar biasa oleh sejumlah tokoh masyarakat, saya juga menyempatkan diri untuk berbincang -bincang’. Ucapnya.

Dalam perbincangan tersebut, kata Dodi, mereka terlihat sangat bersemangat untuk membangun desanya kembali. Sehingga ia sangat terkesan dan terharu, atas kekompakannya dalam bergotong royong membenahi dan membangun kembali daerahnya.

Kedatangan Dodi ternyata disambut merah dengan pakian adat yang dijadikan tutup kepala, sehingga membuat Dodi semakin salut. terlebih, saat budaya adat Kulawi ‘Pantodui’ dipertontonkan.Termasuk Tarian ‘Raego’ sebagai ucapan selamat datang disuguhkan untuk dirinya bersama rombongan di Desa Bola Papu, Kecamatan Kulawi.

Setelah disambutan dengan cara adat istiadat asli warga kecamatan kulawi robongan dijamu makan siang dengan makan khas daerah kulawi, “karena jam sudah menunjukan pukul 12.45 wita, kami pun lahap makan bersama warga desa yang sudah dihidang oleh tokoh tokoh adat dan warga disana”. Kenangnya.

Usai makan siang bersama, Dodi pun diantar untuk melihat-lihat kondisi pasca terjadi gempa tersebut, dan terlihat beberapa puing-puing bekas robohnya rumah masih tertumpuk di halaman rumah. Begitu juga tanah-tanah, masih terlihat retak akibat bencana. Bahkan, ia sempat melihat salah satu desa yang habis rata dengan tanah akibat gempa “Liquefaksi”

“Tujuan Pemerintah Kabupaten Muba kembali menempuh misi kemanusiaan dan peduli sesama ini untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara sebangsa dalam kesatuan Negara Republik Indonesia di seluruh nusantara”. Katanya.

Dijelaskanya. Didasari kemanusiaan ia bersama tim mengumpulkan donasi mencapai USD250.000 untuk masyarakat Kabupaten Sigi. Terhitung dari tahun 2018. “Bersama tim dan anggota LTKL, saya menyerahkan secara langsung bantuan donasi tersebut. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah”. Tambahnya.

Pada Kesempatan misi kemanusiaan tersebut, lanjut Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia tersebut, turut didampingi Kepala Bappeda Muba Indita Purnama S Sos MSi, Kepala Dinas Perkebunan Iskandar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro, Plt Kepala BPBD Indita Purnama S Sos MSi, Kabag Humas Herryandi Sinulingga AP, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putra SSTP MSi dan disambut secara langsung oleh Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi didampingi Wakil Bupati Kabupaten Sigi Paulina SE MSi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sigi, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sigi dan Gorontalo, Camat Kulawi Rolli, dan Ketua Majelis Adat Kulawi Yore Pamei.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadanya dan rombongan. “Banyak sekali bantuan yang diberikan, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pertisipasi ke Kabupaten Sigi khususnya di Kecamatan Kulawi ini,” ungkapnya.

Muhammad Irwan menambahkan, bantuan yang diberikan sangat meringankan korban di Sigi khususnya di Kecamatan Kulawi. “Semoga dengan bantuan yang diberikan ini membuat kondisi infrastruktur dan perekonomian masyarakat segera pulih” dan saat ini kami terus berupaya untuk kembali memulihkan keadaan wilayah kami secara keseluruhan dan kami akan terus bekerja keras bersama warga sigi membangun kembali dan Kami optimis Sigi Bangkit,” pungkasnya.

Usai menyerahkan bantuan, Saat jarum jam menunjuk tepat diangka 14.00 WITA ,Bupati Muba dan rombongan langsung kembali pulan ke Kota Palu bersama tim dari Bupati Palu dengan melintas kembali di jalur perbukitan tersebut dan berskhir tepat pukul 17.00 WITA. “Saya bersama tim langsung beristirahat di salah satu Hotel di Palu dengan nafas lega”, ucapannya sembari sujud syukur.

Menurut Bupati, puji syukur ia panjatkan kepada Allah SWT, atas kelancarangan perjalanan tersebut tanpa hambatan. “Perjalanannya menjadi pengalaman berharga saya, dengan ridho Allah SWT semuanya selamat”. Tutur Dodi Reza sembari menambahkan bahwa  keesokan harinya ia bersama rombongan pulang menuju Makasar untuk ke Jakarta, lalu ke Palembang, kemudian meluncur ke Muba

“Semoga masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Selteng selalu kuat menjalani kehidupannya”.  Tutup Dodi Reza Alex Nordin

Penulis : Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin

Bagaimana Menurut Anda?