Tersangkut Narkoba, SG Minta Maaf Ke Orang Tuanya

8.398 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Kapolres Banyuasin. AKBP. Danny Ardiantara Sianipar, S. Ik. MH, bersama jajaran menggelar Press Reales penggrebekan Pemakai Sabu-sabu di Mess Pemda Banyusin, dari pemeriksaan Labfor Terduga Pemakai barang haram berinisial SG (36) warga Desa Sido Mulyo RT.01 RW.02 Air Kumbang, Banyuasin Positif mengunakan narkoba,

SG diduga merupakan Anak Wakil Bupati Banyuasin H Slamet. kini mengenakan baju tahanan warna orange dan sehari-harinya akan menjalani proses hukum yang menjeratnya.

“SG bersama rekannya IY (34) warga Kel Kedondong Raye yang ditangkap saat asyik pesta narkoba di Mess Pemkab Banyuasin Nomor 27 pukul 15.20 Wib pada, Senin (25/11) .” Ucap, Kapolres Banyuasin, Jumat. 29/11/19.

Dikatannya, Diduga kuat shabu-shabu sudah digunakan tersangka. Hanya saja polisi mengamankan barang bukti milik tersangka berupa pirek kaca berisikan narkotika, 3 buah pipet, 1 buah bong, 4 buah korek api gas, 1 buah plastik klip, 4 buah jarum, 1 skop dari pipet.

“Hasil labfor Polda Sumsel urine tersangka dan alat yang diamakan untuk menghisap narkotika positif natkoba. Kasus ini kita lanjutkan ke penyidik,” ujar AKBP Danny Sianipar, Sik Kapolres Banyuasim didampingi Kasatnarkoba AKP Liswan Nurhafis dan Kabag Ops Kompol MP Nasution saat press rilis,

Masih dikatakannya, Polisi Tidak berhenti sampai di situ, Danny menyebut hasil pengembangan telah mengamankan dua pengedar yakni ES(34) dan AD keduanya merupakan warga Desa Galang Tinggi “Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan jenis shabu 1,44 gram, timbangan digital, 2 bungkus plastik klip bening dan 1 buah skop plastik sedotan. Akibat perbuatan tersangka, dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara,”tandas Danny.

Didepam Polisi SG mengaku menyesali atas perbuatan yang dilakukan. Yang menyebabkan dirinya ditangkap polisi sehingga bikin malu orang tua dan keluarga.

SG mengaku, baru menggunakan narkoba sejak ditinggal ibu kandungnya. “Saya mengunakan narkoba karena frustasi setelah ibu saya meninggal dunia, dan baru setahun ini pakai narkoba, kepada bapak saya minta maaf, kepada adik saya, anak saya dan masyarakat Banyuasin, selanjutnya saya akan pertanggung jawabkan perbuatan saya, bapak yang kuat yah,” Tukasnya.

Sebelumnya beredar berita Bahwa ada dugaan anak pejabat di lingkup pemerintah kabupaten Banyuasin ditangkap di mes penda karma terkait narkoba

Terkait ini wakil Bupati yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten Banyuasin, Slamet Somosentono. angkat bicara.

Menurutnya penangkapan SG justru merupakan bentuk nyata keseriusan BNK Banyuasin perang terhadap Narkoba. “Saya sadar betul, reputasi saya sebagai wakil Bupati di Bumi Sedulang Setudung ini sangat dipertaruhkan, akibat peristiwa beberapa hari terakhir, itukan sudah menjadi resiko, namun komitmen dan keseriusan kita yang telah diamanahkan untuk perang terhadap narkoba mengkesampingkan kepentingan pribadi, meskipun itu anak saya sendiri, ” tegasnya saat dihubungi via selulernya.

Pernyataan tegas wakil Bupati Banyuasin yang juga merupakan orang tua dari SG mendapat respom dari lembaga Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) Sumatera Selatan.

Menurut Ketua DPC GANN Banyuasin, Aidil Fitri Mahjub, bahwa narkoba sebagai musuh bersama, diperlukan sinergi semua pihak, baik penegak hukum, pemerintah serta dukungan lembaga dan peran serta masyarakat.

“Kami sebagai lembaga yang sejalan dengan Badan Narkotika Nasional (BNK) sangat mengapresiasi sekali langkah tegas Ketua Badan Anti Narkotika Banyuasin, Slamet Somosentono yang tidak pandang bulu melibas siapapun yang tidak sejalan dalam upaya memerangi bahaya laten narkoba, meskipun hal yang mendalam ditunjukan dengan tidak memberi ruang kepada putra keduanya. Keputusannya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak yang berwajib ini membuat kami tertarik dan siap bersinergi bersama dalam memerangi dan melawan penyalah gunaan narkoba dilingkungan masyarakat, ” kata Aidil Fitri Mahjub, saat dihubungi via selulernya.

Selaim itu Aidil Fitri menyampaikan Proses hukum harus berjalan sesuai dengan tidak meninggalkan pertimbambang-pertimbangan yang sesuai dan seadil-adilnya hal ini tentunya dengan harapan dapat mewujudkan Banyuasin zero narkotika.

“Kami berharap pihak yang berwajib dapat jeli dengan memutuskan hal yang mengedepankan keadilan berjalan baik, memberikan hukuman yang sepadam disesuaikan dengan kelakuan dan perbuatannya. Jika seorang bandar narkoba sangat layak mendapat hukuman yang seberat-beratnya, karena inilah awal perusakan generasi itu terjadi. Sedangkan bagi pengguna, mereka merupakan korban dari buai nikmat sesaaat yang menjerumuskan mereka kelembah yang gelap, namun mereka layak mendapatkan rehabilitasi agar dapat sembuh dan menjalani kehidupan dengan normal kembali dilingkungan masyarakat, ” ungkap Aidil Fitri.

Hal senada disampaikan, Ketua DPD GANN Sumsel Nurfrafyanti Fanny, ia juga mengapresiasi langkah ketua BNK Banyuasin, meski berdampak pada reputasinya yang saat ini merupakan publik figur di Bumi Sedulang Setudung sebagai Wakil Bupati Banyuasin mendampingi Bupati Banyuasin Askolani untuk menjadikan Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera.

“Ya benar kita sangat mengapresiasi sikap dari Ketua BNK yang sekaligus juga Wakil bupati Banyuasin , melalui proses hukum yang sedang berjalan namun harapan GANN untuk di lakukan nya penerapan Rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba sesuai yang di atur dalam Undang Undang yang berlaku,” katanya pada wartawan

Bagaimana Menurut Anda?