Tim Advokasi, Pasangan Nomor 1, Musi Rawas, Laporkan Pemilik Akun Ahmad Fadli

1.700 dibaca
Tim Advokasi Calon Bupati &' Wakil Bupati Musi Rawas  Laporkan Pemilik Akun Ahmad Fadli

BUANAINDONESIA.CO ID, PALEMBANG- Tim Advokasi Ratna Suarti, Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Musirawas Provinsi Sum-Sel nomor Urut 1, melaporkan pemilik akun Ahmad Fadli ke Polda Sum-Sel. Pasalnya tanpa hak diduga telah menyebarkan Berita tentang pasangan 01 Ratna-Suarti di Media sosial facebook

Segera Ikuti Kursus Online Program Kaya Gratis, Peserta Terbatas 

Muhammad Hidayat, SH, MH Selaku Tim Advokasi Ratna-Suarti menjelaskan. Laporan terhadap pemilik akun Ahmad Fadli telah dilakukan

Advertisement

“laporan tersebut diterima dgn Nomor LP : STTLP/825 /X/2020/SPKT”. Kata Muhammad Hidayat, SH, MH didampingi H. Abu Bakar SH, M. Hum selaku ketua Tim Advokasi Ratna-Suarti. Jum`at (30/10/20)

Muhammad Hidayat berharap kepada Polda Sum-Sel dalam hal ini Penyidik Polda untuk melakukan pengembangan terhadap kasus ini agar dapat mengungkap siapa aktor Intelektual dibalik permasalahan tersebut.

Ini Jurus Ampuh Membangun Bisnis

“Tim Advokasi melaporkan Pemilik Akun Ahmad Fadli melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE pada pasal 32, terkait dengan penyebaran berupa caption, penyebaran photo Client kami yang sedang di Isolasi RS. Muhammad Hoesin Palembang, “papar Muhammad Hidayat, SH, MH.

Menurutnya, Sejatinya hal ini sebenarnya Privacy, tanpa haknya pemilik akun menyebarkan kepada Publik.

Ikuti Program Kaya

“jelas ini pelanggaran terhadap Undang-undang, bahwa setiap orang dilarang untuk mentransfer, mendistribusi informasi elektronik yang tanpa hak seizin pemimilik, “jelas, Dayat panggilan Akrab Tim Advokasi.

Senada juga dikatakan mantan ketua PJI Wilayah Sum- Sel H. Nazarauddin, SH, MH, Ia menambahkan kejadian tentang pelaporan kepada pemilik Akun, bahwa penyebaran berita janganlah terlalu dipolitisir terlebih-lebih untuk kepentingan politik dengan memjatuhkan pamor Paslon 01 Ratna-Suarti,

“Kami juga berharap penyidik dapat melakukan pengembangan terhadap permasalahan ini.” Imbuhnya.

Sebelum pelaporan ini, fihak rumah RS Moh. Hoesin melalui Kepala Humas Suhaimi, telah memberikan keterangan terhadap permasalahan ini, bahwa monitor CCTV tersebut berada diruang khusus yang hanya bisa diakses petugas RS sedangkan Publik tentu tidak ada akses keruangan tersebut.

Disinggung mengenai informasi bahwa terduga pelaku adalah dokter Rumah Sakit Muh. Hoesin Palembang, Suhaimi mengatakan sanksi etik Rumah Sakit tetap berlaku begitupun juga sanksi Etik Kedokteranpun berbeda.

Bagaimana Menurut Anda?