BUANASUMAEL.COM, PALEMBANG – Untuk memberikan tambahan wawasan pada Dosen dan Mahasisawa mengenai ketatanegaraan dan problematika yang terjadi saat ini, Universitas Taman Siswa (Unitas) menggelar kuliah umum yang bertajuk “Perkembangan Ketatanegaraan di Indonesia” dengan narasumber Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH di Aula Unitas, Jumat (17/02).
Rektor Unitas, Ki Joko Siswanto, mengungkapkan, Unitas selalu berupaya agar segenai civitas akademika baik Dosen maupun Mahasiswa bisa mencermati isu-isu yang berkembang saat ini.
Oleh karena itu, sambung Joko, Dosen dan Mahasiswa Unitas perlu dibekali pengetahuan dari sumber yang memiliki kemampuan di bidangnya.
“Jadi kita memanfaatkan kedatangan beliau (Jimly Asshiddiqie) ke Palembang untuk menjadi pematerinya karena memang bidangnya,” kata Joko
Lebih lanjut, Joko mengatakan Unitas selalu berusaha untuk membangun komunikasi dengan semua kalangan agar bisa membangun iklim budaya akademik yang resik, eling, komunikasi, tertib, opini serta reflektif (REKTOR).
“Lembaga pendidikan itu harus berkomunikasi dengan siapapun dan harus mempunyai opini, kenapa? karena universitas adalah gudang pemikir, kalau kita hanya diam tidak memberikan pernyataan atau pendapat untuk kepentingan publik dan masyarakat tidak ada maknanya lembaga perguruan tinggi itu, dan kami selalu berusaha untuk mendatangkan para tokoh untuk berdiskusi yang akan dapat membawa manfaat, “urainya
Sementara itu narasumber Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH mengatakan Mahasiswa harus perlu menanamkan kesadaran berbangsa, ditengah ancaman keretakan kerukunan bangsa saat ini.
“Untuk mahasiswa juga penting menenamkan kesadaran, sebagai warga Negara yang baik. kesadaran berbangsa seperti mengerti apa itu pancasila juga Undang-Undang karena itu dapat sebagai pegangan kita hidup bernegara, “katanya
Lanjutnya, diungkapkan bukan hanya Mahasiswanya saja yang perlu dikembangkan dan maju tetapi harus juga Universitas Tamsis dikembangkan di era globalisasi. Oleh karena itu ia menghimbau kepada tokoh tokoh masyarakat yang mempunyai tanah untuk di wakafkan tanahnya untuk membangun Kampus Tamsis yang lebih luas.
“Universitas Taman Siswa ini kita harus jaga, kita kebangkan Universitas SMA maupun sampai sekolah dasar kita harus tingkatkan mutunya kualitasnya dan saya mengajak menghimbau tokoh tokoh masyarakat, orang orang berada Gubernur Walikota yang punya tanah kalau dapat di wakafkan tanahnya monggo silahkan, karena ini warisan yang harus dikembangkan, “singkatnya








