Warga Ujanmas Hadang Angkutan Batubara

11.748 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Aksi penghadangan angkutan batubara kembali dilakukan warga, kali ini warga Desa Ujanmas Baru Kecamatan Ujanmas, Muara Enim. Aksi penghadangan merupakan buntut dari adanya dua orang warga Desa Ujanmas Baru atas nama Darman (60) dan istrinya Fatma (52) yang ditabrak truk angkutan batubara bermuatan kosong pada Senin pagi (11/05/15), sekitar jam 6.00 WIB, sehingga menyebabkan keduanya dirawat intensif di RSUD Rabain Muara Enim.

Warga yang marah, melakukan penghadangan terhadap truk batubara yang melintas di Jalinsum, tepatnya didepan SDN 2 dan 3 Ujanmas Desa Ujanmas Baru. Dari pantauan dan informasi yang dihimpun dilapangan wartawan Buanaindonesia.com, aksi penghadangan tersebut dilakukan warga secara spontan, sejak senin pagi (11/05/2015) sekitar pukul 7.00 wib. Dalam aksi tersebut, warga melarang seluruh angkutan batubara, baik kosong maupun berisi untuk melintas di Desa Ujanmas Baru.

Advertisement

Aksi pengahadangan truk batubara tersebut, dipimpin langsung oleh Kadus 2, Desa Ujanmas Baru, Anuar Hasdi (38) beserta ratusan warga ujanmas Lainnya. Aksi berakhir setelah kedua belah pihak, yakni pihak korban dan pihak angkutan batubara yang tergabung dalam organisasi AABKL sepakat akan bertanggung jawab atas kesembuhan yang dialami oleh korban Darman salah seorang warga yang ditabrak angkutan batubara dengan bantuan konpensasi Rp.15 juta dan uang untuk konpensasi untuk income atau pemasukan desa sebesar Rp.10 juta.

Kesepakatan kedua belah pihak disaksikan oleh Kepala Desa Ujanmas Baru, Nurman didampingi Ketua BPD Fendrizal Spd, serta Kapolsek Gunung Megang AKP Indra managemen AABKL diwakili Wiwin selaku pengurus angkutan batubara.

“Kita selaku Perangkat Desa Ujanmas Baru dan warga, sebenarnya sudah lama  muak dengan angkutan batubara yang setiap hari melintas didesa mereka, dan imbasnya sering terjadi kemacetan disepanjang jalan Desa Ujanmas Baru,” tutur Kadus 2, Desa Ujanmas Baru, Anuar Hasdi.

Senada dituturkan Ketua LSM Gerakan Rakyat Peduli Keadilan Kabupaten Muaraenim (GRAPIKA), Sukri (60) mengatakan, aksi ini dilakukan warga secara Spontan saja.

“Saya mengharapkan kepada pihak-pihak terkait, baik Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muaraenim untuk menindak tegas angkutan batubara yang sering melawati jalan umum,” terangnya. (Siswanto)

Bagaimana Menurut Anda?