Wartawan Sumsel Desak Permohonan Maaf Oknum Kapolres Way Kanan

13.226 dibaca
Wartawan Sumsel Desak Permohonan Maaf Oknum Kapolres Way Kanan

BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANG -Persatuan wartawan Sumsel baik cetak maupun online mengelar aksi solidaritas di Mapolda Sumsel, untuk menuntuk permohonan maaf dan di berikan saknsi tegas kepada Kapolres Way Kanan Lampung (29/8/2017)

Aksi solidaritas wartawan Sumsel didukung wartawan dari berbagai deks liputan hingga ke organisasi profesi turut hadir. “Jurnalis adalah pekerjaan terpuji, karna itu kami memilih profesi ini. Bahkan kita adalah mitra polisi untuk bersama-sama menjaga kestabilan dan ketenangan masyarakat, namun karena dihina maka kami demontrasi”, kata Tim Advokasi AJI Palembang Muhammad Moeslim saat ditemui dilokasi.

Advertisement

Menurutnya kepercayaan publik kepada Polri tetap kuat karena beragam prestasi ungkap kasus kita selalu update informasikan. ‘Tetapi profesi mulia itu dihina pastinya kami dari AJI menyayangkan dan mengecamnya,” tegas Moeslim .

Koordinator Lapangan Jian Pier Papin mengatakan aksi solidaritas yang dilakukan para awak media yang ada dikota Palembang hari ini adalah bentuk solidaritas sesama rekan satu profesi.”Untuk itu kami menuntut Bapak Kapolri agar memberikan sanksi kepada Kapolres Way Kanan. karena, telah melecehkan dan menghina profesi wartawan dengan menyamakan profesi wartawan sebagai kotoran hewan,”katanya ditemui disela-sela aksi.

Lebih lanjut disampaikannya, media merupakan mitra dari semua kalangan termasuk Polri. jadi, media tugas sangat mulia tidak pantas untuk dihina apalagi dilecehkan.”Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dimana pun apalagi penghinaan tersebut dilakukan oleh seorang Kapolres,”bebernya.

Penghinaan itu kata dia, terjadi saat kegiatan penertiban aksi antara massa pro dan kontra angkutan batu bara di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umbu, Minggu 27 Agustus 2017. Dari rekaman yang beredar di awak media, Budi mendiskreditkan media cetak.

Dia menyebut, zaman sekarang masyarakat lebih suka membuka situs media online ketimbang membaca media cetak. Apa lagi, media cetak di daerah.”Kalau gua tuh udah enggak butuh sama wartawan jujur saja, yang baca koran hari ini itu siapa? Apalagi koran lu Lampung kelas cacingan gitu. Orang baca itu detik. Follower lu berapa? Lu mau tulis gua kaya apa pun silakan. Buktinya gua ditulis kayak gitu juga tidak ada yang lihat gua,” kata Budi dalam rekaman tersebut.

Tak sampai di situ, Budi menyatakan tidak membutuhkan publikasi media. Bahkan, dia menyatakan saat ini masyarakat lebih doyan menonton televisi yang menyajikan film layar lebar termasuk porno.

“Lu bangun tidur bacanya apa? WA (Whatsapp) kan? Mana ada yang baca koran lagi sekarang, sudah tutup semua kok koran itu. Nonton tv (televisi) juga banyak yang nonton tv. Orang pada nonton HBO, nonton bokep. Ngapain nonton berita?,” ujarnya.

Terakhir, dalam video itu terdengar Budi menantang wartawan yang berada di lokasi untuk menyebarluaskan pernyataannya kepada seluruh wartawan. “Kasih tahu wartawan yang lain. Mau serang, serang gua lah, gua tunggu benar di sini,” ucap dia.

Bagaimana Menurut Anda?