Tiangkatkan PAD, Sekda Minta Bapenda Evaluasi Sejumlah Unit Usaha

4.608 dibaca
Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar membuka Rapat Optimalisasi PAD di kantor Bapenda Provinsi Sumsel, Kamis 9 Mei 2019

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD), diwakili Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar membuka Rapat Optimalisasi PAD (hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan) dan Retribusi Daerah Provinsi Sumsel di kantor Bapenda Provinsi Sumsel, Kamis 9 Mei 2019. Melalui rapat ini Nasrun menargetkan terjadi peningkatan PAD Sumsel di tahun-tahun mendatang.

“Realisasi PAD ini adalah ujung tombak pembangunan Sumsel. Makanya ini harus dioptimalisasi dan potensi yang ada juha dieksplorasi secara maksimal,” jelas Nasrun.

Dikatakannya rapat optimalisasi yang rutin dilaksanakan ini juga bertujuan menyamakan persepsi serta melakukan evaluasi hasil pencapaian PAD dari hasik pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Dimana ini merupakan penerimaan yang berasal dari kontribusi dividen perusahaan-perusahaan (BUMN, BUMD, dan perushaan swasta,” jelasnya.

Sampai triwulan IV tahun 2018, realisasi penerimaan kontribusi dividen dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp82.855.120.642 dari target Rp86.765.902.171 atau sebesar 95,49%.

“Melihat pencapaian target pada tahun anggaran 2018 penerimaan kontribusi dividen dari masing-masing perusahaan khususnya BUMD yang mendapatkan penyertaan modal¬† dari Pemprov Sumsel, maka pada tahun 2019 perusahaan khususnya BUMD yang belum mencaoai target agar dapat menggenjot capaian PAD,” tegasnya.

Sementara itu untuk bagian yang kurang efisien, seperti unit usaha yang kurang menguntungkan menurutnya harus segera dievaluasi. Hal itu juga menurutnga merupakan langkah meningkatkan PAD.

Selain itu Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk yang sudah berperan aktif mendukung pembangunan di Provinsi Sumsel.

Untuk diketahui bahwa target yang sudah ditetapkan untuk hasil pengelolaan kekayaan dserah yanh dipisahkan tahun 2019 adalah sebesar Rp64.024.469.697. Sedangkan sampai tanggal 31 Maret 2019 yang sudah memberikan kontribusi dividen kepada kas daerah adalah bank Sumsel babel sebesar Rp43.094.081.001 atau sebesar 101,41 dari target yang ditetapkan.

“Untuk perusahaan lain yang belum merealisasika¬† kontribusi dividen diharaokan agar dapat segera merealisasikan kontribusi dividennya,” jelas Nasrun.

Di tempat yang sama Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhibah mengatakan rapat ink rutin digelar pihaknha. Sebelumnya rapat ini selalu digelar di ruang Bina Praja namun karena banyaknya peserta lalu dialihkan ke Aula Bapenda.

“Beberapa peserta itu seperri perwakilan BSB, Swarna Dwipa, ATS, Prodexim, PTBA. Jasa Raharja dan lainnya. Hari ini Sekda yang membuka kami harapkan ada arahan dari beliau dalam rangka meningkatkan PAD,” tandasnya.

Sebelum membuka rapat tersebut, Sekda juga sempat melakukan sidak sekaligus sosialisasi kedisiplinan jam kerja ASN di lingkungan Pemprov Sumsel. Sejumlah dinas disambangi olehnya seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) dan terakhir ke Badan Penerimaan Pendapatan Daerah (Bapenda).