HD Terima Penghargaan P2D Tahun 2019 dari Presiden RI

6.199 dibaca
Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Penghargaan P2DTahun 2019 dari Presiden RI di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis 9 Mei 2019

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Untuk  kesekian kalinya di bawah kepemimpinan Gubernur H.Herman Deru (HD),  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat berupa Penghargaan Pembangunan Daerah (P2D) Tahun 2019 dalam kategori Perencanaan dan Pencapaian  Terbaik Tingkat Provinsi.

Penghargaan P2D  tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI, Ir  Joko Widodo kepada Gubernur Sumsel H.Herman Deru disela-sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis 9 Mei 2019.

Usai menerima penghargaan tersebut Orang nomor satu di Sumsel mengucapkan syukur dan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan pemerintah pusat pada Provinsi Sumatera Selatan yang dipimpinnya itu. Sehingga Sumsel dinilai berhasil dalam membangun daerah dan layak mendapatkan penghargaan bidang Pembangunan Daerah (P2D) 2019 dengan kategori Perencanaan dan Pencapaian  Terbaik Tingkat Provinsi.

“Alhamdulillah, Sumsel kembali diperhitungkan ditingkat Nasional. Penghargaan yang kita terima ini tidak lain merupakan hasil  dari kerja keras bersama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Pemerintah Kabupaten/kota yang tetap komitmen dalam meningkatkan kualitas pembangunan disegala sektor termasuk kualitas hidup serta kualitas SDM,”  tegas Herman Deru.

Lebih lanjut HD mengingatkan jajaran dan kalangan Kepala Daerah di Sumsel untuk tetap sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pembangunan diberbagai bidang baik fisik maupun non fisik.

“Kekuatan kita ada pada kinerja dan kemitraan. Karena itu kita jaga kekompakan dan kerjasama dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Sumatera Selatan,” tandasnya.

Sementara itu Presiden RI, Ir Joko Widodo dalam pidatonya saat pembukaan Musrenbangnas 2019 tersebut menegaskan, Indonesia diprediksi masuk empat besar ekonomi dunia pada tahun 2045. Namun untuk mewujudkan hal tersebut lanjut Presiden tidak mudah  dan  memerlukan kesiapan sejak dini.

“Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. Banyak tantangan yang harus kita selesaikan dan hadapi,” ujar Presiden Joko Widodo.

Menurut  Presiden, setidaknya ada tiga hal pokok yang mendesak harus diselesaikan bangsa Indonesia  yaitu pembangunan infrastruktur yang merata, reformasi struktural untuk peningkatan daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Banyak negara yang terjebak kepada _middle income trap_ karena tidak bisa menyelesaikan persoalan besar yang ada di negaranya. Oleh sebab itu, kita harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dan yang akan kita hadapi menuju 2045, 100 tahun Indonesia merdeka,” ucapnya sembari mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada rutinitas dan menumbuhkan semangat perubahan