
MUARAENIM, Buanaindonesia- Ratusan ikan di temukan mabuk dan mati megapung diSungai Enim. Di duga ikan tersebut telah keracunan limbah berbahaya yang mencemari sungai tersebut, Rabu (2/11/11) di dekat Jembatan Enim II Sungai Enim, Muaraenim.“Saya menduga ikan-ikan tersebut mati keracunan. Bisa jadi akibat limbah yang mencemari sungai ataupun karena racun yang sengaja di tebar oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Chandra di Muaraenim, kemarin.
Hardi warga lainya, menuturkan pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB dirinya yang juga melintas di sekitar bantaran sungai sempat melihat beberapa warga sedang mengambil ikan di sungai. Mereka menggunakan sauh dan perahu. Namun, kondisi ikan yang di ambil para warga ini sudah terlihat mati dan mengapung. “Saya juga tidak tahu pasti kondisinya. Namun, saya melihat beberapa warga sedang mengambil ikan yang sudah terlihat mengapung di sungai,” terang Hardi.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup (LBH) Kabupaten Muaraenim Eddy Irson menuturkan, terkait hal ini pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Bahkan, untuk memastikan penyebab kematian ikan di sungai Enim ini, pihaknya juga akan mengambil sampel air sungai beserta ikan yang sudah mati untuk di lakukan tes labolatorium.
“Nantinya, kita akan turunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan. Selanjutnya, kita juga akan melakukan tes labolatorium untuk mengetahui penyebab kematian ikan. Misalnya memang keracunan, maka kita akan tahu jenis dan kandungan racunnya untuk di tindaklanjuti lebih jauh,” ungkap Eddy.
Eddy juga menghimbau kepada para warga masyarakat untuk tidak pernah menangkap ikan dengan menggunakan putas (racun ikan) atau zat berbahaya lainnya. Sebab, tak hanya menyebabkan kematian ikan. Namun, zat berbahaya ini juga akan mencemari sungai, merusak ekositem dan membunuh sejumlah biota sungai lainnya. Terlebih, air sunga Enim ini juga masih banyak di gunakan masyarakat sekitar untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mandi, mencuci, hingga sebagai bahan baku air bersih
“Maka kami himbau kepada masyarakat ataupun pihak lainnya jangan pernah menebar racun, limbah ataupun zat berbahaya dan tercemar lainnya ke dalam sungai. Sebab, hal itu akan sangat membahayakan tumbuhan, hewan dan manusia yang memanfaatkan air sungai tersebut. Bila memang ada yang terbukti melakukannya maka akan kita tindaklanjuti,” tegas Eddy ( Agus Black )







