
GARUT, Buana Indonesia- Aca ( 47) warga Kampung Ciawitali Rt 1/5 Desa Dano Kecamatan Leles Kabupaten Garut yang di karunia lima anak ini, sudah lebih dari dua puluh tahunan merasakan yeri tak terhingga akibat penyakit tumor yang bersarang diseluru badannya. Disebuah rumah bambu berukuran 4×7 , Aca nampak terlihat pasrah tak mampu untuk berbuat apa-apa. aktifitas mencari nafkah untuk menghidupi keluarganyapun harpir tidak bisa lagi dilakukan, karna rasa sakit selalu datang taktentu waktunya.
24 tahun lebih derita itu dijalaninya, di luar perut sebelah kanannya tumbuh bergelantungan penyakit tomor sebesar bola Voli di perkirakan seberat 3 kg terpaksa setiap harinya harus menahan tumor dengan tangan tangannya sendiri ,selain itu juga tumor sebesar kemeri bermunculan membungkus sekujur badannya.
Menurut Aca penyakit tumor tersebut ia derita sejak berumur 23 tahun yang lalu. “mulanya ada seperti ada daging tumbuh sebesar ibu jari, diperut sebelah kanan, makin hari makin membesar sampai sekarang sebesar bola voli dan satu persatu tumor sebesar kelereng bermunculan di seluruh badan saya,dangan di barengi rasa saki setiap harinya”keluhnya
Aca mengungkapkan bahwa sejak dirinya dijangkiti penyakit tumor Belum pernah sekalipun di diperiksa ke RS Garut meski memiliki kartu Jamkesmas, karena menyangkut biaya transportasi dan biaya makan selama berobat di rumah sakit, jangankan untuk biaya berobat untuk makan sehari-hari di rumah pun sangat kurang,
Minah ( 37 ) saat ditemui media ini Kamis (30/8/12) engatakan bahwa sejak suaminya terjangkit penyakit, Ia berntukusaha menggantikan posisi kedudukan suaminya untuk mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh di sawah ataupun di kebun dengan upah rata-rata Rp 20 ribu per hari, “itupun kalau ada yang menyuruh kalau tidak ada menyuruh bekerja terpaksa gigit jari. sebenarnya uang dua puluh ribu perhari hasil dari bekerja buruh disawah dirasa sangat jauh dari cukup, terlebih kami harus merawat suami yang mengidap penyakit tergolong cukup berat seperti sekaran ini” jelasnya.
Minah mengungkapkan bahwa saat ini dia hanya bisa pasra, sambil berharap ada para dermawan yang mau mengulurkan tangan guna membantu untuk biaya perobatan ntu mengobati suaminya ” Mudah-mudahan ada seorang dermawan yang baik hati atau instansi pemerintah terkait, mau memberikan bantuan untuk biaya transpotasi dan biaya makan bila suaminya berobat ke Rumah Sakit Garut , kasihan setiap harinya suami kami tidak bisa tidur dengan tenang karena harus menahan rasa sakit di seluruh badannya ” pungkasnya ( Adam Pribadi)







