
OGAN ILIR, buanaIndonesia.com- 36 mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSR) Indralaya diduga kuat terjangkit Penyakit DBD, satu diantaranya bernama Candra Sitohang (23), warga Medan Sumatera Utara (Sumut) yang ngekos diperumahan persada, telah meninggal dunia dan telah diterbangkan ketanah kelahirannya di Medan Sumatera Utara (Sumut).
35 mahasiswa yang terdiri dari semester III, IV, V, VI, VII, VIII, hingga semester IX saat ini sebagian masih dirawat diberbagai rumah sakit di Palembang, seperti Wawan, Arif, Hasbi, Septi, Mutia di Rumah Sakit AK Gani. Marnado, juftensis, Delima di Caritas, dan di Rumah Sakit Kayuagung Juani, Billy.
“Yang lain ada yang pulang kampung, dan ada juga yang dirawat rumah sakit Bari, dan Rumah Sakit Umum Palembang,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Hendra Kudeta saat ditemui di Fakultas Ilmu Kelautan, Senin (2/12)
Menurutnya, data ini dikasi langsung dari pihak Universitas Sriwijaya, dan pihaknya menindaklanjutinya dengan melakukan foging di Fakultas Ilmu Kelautan dan beberapa kos tempat korban tinggal.
“Sebenarnya, kejadian ini terjadi Jumat (29/11 red) kemarin, saya diberi tahu sekitar pukul 03.00 Wib Jumat itu,” ungkap pria berkacamata ini.
Dibeberkannya juga, setelah mendapat kabar ini, pihaknya langsung turun kelapangan, dan membawa para korban kerumah sakit.
“Para korban sudah kita bawa kerumah sakit, sebelumnya kePuskesmas Timbangan, dan dirujuk kerumah sakit, untuk korban yang meninggal, si-Candra ini meninggal di Rumah Sakit Bari, hari Jumat itu juga sekitar pukul 5.30 Wib, dan dibawa hari itu juga kekediamannya di Medan,” terangnya.
Dijelaskannya juga, bahwa saat ini semua korban belum dikategorikan positif DBD, melainkan baru dugaan. “Yang pasti masih diperiksa dilep, kemungkinan dua hari kedepan baru ada hasilnya. Untuk, korban yang meninggal positif bukan DBD melainkan Tipoit (Tipes abdominalis),” jelasnya.
Pihaknya juga membantah jika dikatakan kecolongan dalam kejadian ini. “Kita tidak kecolongan, karena sebelumnya kita sudah rutin melakukan foging, dan sosialiasi mengenai DBD ini, bukan karena ada kejadian ini kita turun,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, H Kosasi mengatakan, dengan adanya kejadian ini pihaknya berharap tidak hanya kepada mahasisiwa melainkan masyarakat luas, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit mematikan tersebut “Yang penting, harus rutin 3M, mengubur, menguras. Kita juga sudah menurunkan tim untuk melakukan foging, dan menebar bubuk abate,” singkatnya.
Pantauan buanaindonesia.com kemarin pihak Dinkes selain melakuan foging dikos-kosan mahasiswa juga melihat bak mandi, (mÍe)







