Banyuasin, Buana Indonesia – Akhir-akhir ini tindak kriminal mulai meresahkan warga kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan, dengan modus penjambretan.
Bagi pengguna jalan raya Palembang-Jambi dan Palembang-Sekayu, terutama yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua (R2) diharapkan waspada dan berhati-hati, setidaknya dalam 1 bulan terakhir aksi penjambretan telah dirasakan sedikitnya oleh tiga warga kecamatan Betung, kabupaten Banyuasin.
Menurut pengakuan dari beberapa warga yang telah mengalaminya, aksi jambret dilakukan oleh dua orang dengan menggunakan motor (R2) yang rata-rata mempunyai speed (kecepatan) tinggi, seperti kendaraan Yamaha Scorpio terbaru dan Yamaha V-ixion, tanpa menggunakan nomor polisi.
Menurut pengakuan Maria (27) warga kecamatan Betung, beberapa hari sebelumnya ada teman sekerjanya yang beraktifitas sehari-hari sebagai seorang guru disalah satu SMP Negeri dalam kecamatan Lais mengalami nasib serupa, dan nyaris mengalami kecelakaan pada saat tas yang dibawanya direbut oleh 2 orang pengendara sepeda motor Yamaha jenis V-ixion tanpa plat polisi.
“saat itu ibu P keluar dari salah satu bank yang berada dalam kota Betung, setelah tiba di desa Suka Mulya kecamatan Betung, ibu P di iringi oleh motor jenis V-ixion yang dikendarai 2 orang, setelah berada diposisi tikungan jalan, kendaraan tersebut mendekati kendaraan ibu P, saat itulah pejambret merampas tas milik ibu P”, ungkap Maria.
Aksi saling rebut tas pun terjadi, karena kalah tenaga para pejambret dapat merebut tas milik ibu P, beruntung saat itu tas sudah kosong karena telah disetor disalah satu bank di Betung, kemungkinan besar pejambret mengira ibu P keluar dari bank untuk mengambil uang, sehingga korban diiringi sampai di tempat kejadian perkara, ungkap Maria.
Hal serupa juga dialami oleh ibu Iyah (22) warga Betung, saat kendaraannya hendak meluncur dari arah Jambi menuju Betung, setibanya di Tebing Dayat Desa Bukit Kecamatan Betung, kendaraanya di untit oleh 2 orang pengendara sepeda motor jenis yang sama, yaitu sepeda motor Yamaha jenis V-ixion tanpa nomor polisi alias bodong (6/4/2012).
Saat ditanjakan kuburan dekat SD 2 Bukit, motor V-ixion ini mendadak memperlambat kecepatan tepatnya posisi dibelakang kendaraan Iyah, namun tidak berselang lama, setelah diturunan tebing depan SDN 2 Bukit, dua orang pengendara ini tiba-tiba meluncur dengan kecepatan kencang, begitu dekat dan tepat berada disamping kendaraan korban, tangan seorang pengendara yang dibelakang menarik kalung yang berada dileher Iyah, melihat hal itu suami korban yang mulai sejak awal mencurigai gerak-gerik dua orang pengendara, langsung membantingkan setir kekiri jalan dan keluar dari aspal, sehingga perhiasan yang ada dileher korban tidak sempat ditarik oleh pejambret, melihat kalung yang berada dileher istrinya masih utuh, suami Iyah langsung mengejar kedua pejambret, namun kondisi cc kendaraannya tidak sebanding, akibatnya pelaku telah hilang dari pandangan, “Alhamdulillah Tuhan masih melindungi saya, namun akibat aksi penjambretan tersebut, leher saya sempat mengalami beberapa luka goresan akibat cakaran dari kuku tangannya”, ujar Iyah.
Iyah menyayangkan maraknya kendaraan jenis sepeda motor yang melintasi jalan raya tanpa adanya plat polisi, hal ini akan menyulitkan bagi masyarakat dan pihak kepolisian mengidentifikasi akan adanya tindakan kriminal yang terjadi, “kami bingung untuk membedakan mana motor masyarakat setempat, mana yang baru keluar dari dealer, atau kendaraan yang sering digunakan untuk kriminal, karena selain menyerupai baik warna maupun merknya, juga maraknya kendaraan tanpa menggunakan plat nomor polisi”, imbuh Iyah.
Sementara itu, Kapolsek Betung melalui kanitres Ipda Hery Yusdi saat diberikan informasi terkait kejadian Via Handphone, langsung menurunkan personilnya untuk melacak keberadaan para pelaku. Namun sampai berita ini diturunkan pelaku belum diketahui. (bi)







