
BANYUASIN, buanaindonesia.com– Jembatan penghubung antara desa yang ada dikecamatan pulau Harimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan kini kondisinya kembali memprihatinkan, meskipin pemerintah daerah Kabupaten Banyuasin pada tahun 2013 ini melalui dana APBD Kabupaten Banyuasin telah melakukan perehaban terhadap jembatan-jembatan yang ada diwilayah perairan tersebut namun nampaknya tidak bisa bertahan lama
JUN(28) kesehariannya berjualan minyak tanah keliling didalam kecamatan pulau harimau mengatakan bahwa dari pengamatannya bahwa hampir 75 persen jembatan penghubung dari desa kedesa yang ada didalam kecamatan pulau harimau kondisinya kembali memprihatinkan “saya lihat pada tahun 2013 ini memang ada perbaikan namun sepertinya seia-sia saja, karna tidak bisa bertahan lama, sehingga anggaran tersebut terkesan sia-sia” ungkapnya pada buanaindonesia.com belum lama ini.
’’kami bingung apa karna selalu dilintasi kandaraan atau memang bobot bangunan itu sendiri yang buruk kami masyahrakat hanya bisah pasrah menerima dan solusinya paling kami bergotong royong untuk mengadakan perbaikan’’ungkapnya
Di tempat terpisah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Banyuasin Jhon hendri saat dihubungi buanaindonesia.com membenarkan bahwa pada tahun 2013 ada perbaikan jembatan-jembatan penghubung antara desa yang ada dikecamatan Pulau Harimau.
Dikatakannya bahwa benyebab kembali rusak jembatan-jembatan tersebut adalah karna serinngnya dilintasi oleh kendaraan memuat sawit “jadi wajar kalau semua itu kembali rusak, hal ini karna mobil-mobil angkutan kelapa sawit yang lalulalang dengan muatan melampaui batas sehingga berdanpak pada jembatan tersebut” sambungnya
Namun demikian lanjutnya dalam waktu dekat ini pihhaknya berencana akan kembali meninjau kelokasi, terkait kembalinya rusak jembatan tersebut “nanti kita akan mengadakan peninjauan kelapangan”pungkasnya







