
BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Sebanyak 600 kepala keluarga (KK), masyarakat di Desa Pulau Parang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluh karena belum menikmati aliran listrik serta akses jalan darat seperti daerah lainnya.
“Disini belum ada aliran listrik, baru ada tiangnya saja,” kata Sahil, selasa, 20 Maret 2018
Dia berharap, selain aliran listrik warga disini minta akses jalan darat, sarana dan prasarana alat pertanian kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Dikatakan, semenjak daerah ini ada, belum ada bupati – wakil bupati Banyuasin yang berkunjung di daerah ini, “Baru ada sekarang ini, calon Bupati Banyuasin, pak Arkoni, saya berharap pak Arkoni yang datang ke daerah ini bisa memperjuangkan harapan warga di sini,”ujar

Sementara itu, Arkoni, calon Bupati Banyuasin saat berkunjung ke daerah tersebut mengaku sangat paham dan mengerti dengan kondisi yang dialami warga pulau parang.
“Saya sangat prihatin, dengan kondisi ini, sebab kami in juga orang dari Dusun, untuk itu keluhan warga ini akan saya jawab dengan bukti nyata kalau saya nanti jadi bupati, dan nanti saya akan datang kesini untuk mewujudkan impian bapak-bapak sekalian,”ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh, Redho Munir, anggota DPRD Banyuasin, – Partai Hanura dari daerah Pemilihan Rambutan mengatakan daerah Pulau Parang merupakan daerah terpencil

“Desa Pulau Parang ini, merupakan pulau terpencil yang ada di Banyuasin dan juga belum pernah ada bupati dan wakil bupati yang datang ke Pulau ini,”ujarnya.
Dikatakan, kalau masalah listrik tahun 2018 ini, mudah-mudahan warga Pulau parang bisa menikmati aliran listrik.
“Kalau pak Arkoni terpilih jadi bupati Banyuasin, mudah-mudahan harapan warga palau parang bisa dikabulkan, dan berjanji akan datang kesini lagi, ”pungkasnya







