
MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia – Tembok penahan tebing yang bertujuan untuk menahan tanah agar tidak terjadinya longsor pada pinggir sungai, diperkirakan proyek ini dilaksanakan anggaran tahun 2006/2007 yang menelan dana milyaran rupiah dengan cara bertahap, yang terletak di Kampung III kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin.
Kemarin sore (2/8/2012), ambruk akibat dibagian dinding-dinding tembok tebing mengalami keretakan, bahkan dibagian tembok dinding ada yang putus sehingga mengakibatkan dinding tembok runtuh dan ambruk.
Menurut beberapa warga sekitar yang sempat diwawancarai mengatakan kemungkinan besar hal ini selain diakibatkan perencanaan teknis turap yang kurang matang untuk mengantisipasi gejala yang ditimbulkan oleh kondisi alam, juga diduga akibat adanya pelaksanaan proyek Timbunan pada Retaining wall dalam kota Sekayu Tahun 2012, yang diperkirakan baru dilaksanakan kurang lebih 10% dengan anggaran Rp. 1.430.000.000, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender oleh CV KEEFA BANGUN PERSADA.
“kejadian ini baru terjadi kemaren sore sekitar jam 4.00Wib pak, sebelumnya terjadi keretakan sebagian kecil dinding tebing, tapi sekarang rumah ini nyaris terbawa longsoran tanah” ungkap Sopi (45) warga setempat.
Sopi meminta pemerintah dapat menanggulangi hal tersebut secepat mungkin, agar tidak menimbulkan bahaya dan hal-hal yang tidak diinginkan, “jika hal ini tidak segera ditanggulangi, dikawatirkan jika turun hujan, maka rumah kami diperkirakan akan ikut terkena longsor, imbuh Sopi.
Senada juga diungkapkan oleh Ketua RT setempat, Zulkarnain, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kejadian ini diperkirakan hari kamis (2/8/2012) lalu, diduga diakibatkan adanya penimbunan retaining wall yang dilaksanakan oleh CV Keefa bangun Persada.
Menurut Zulkarnain, sebelumnya tembok penahan tebing ini tidak ada masalah, kemungkinan besar dengan adanya timbunan tanah tersebut mengakibatkan ambrolnya tembok penahan tebing karena tidak dapat menahan beban berat.
Menanggapi hal itu, Mauli Hafidz selaku anggota komisi III, ketua fraksi Gerindra DPRD Musi Banyuasin, mengatakan bahwa perencanaan kontruksi tembok penahan tebing tersebut diduga kurang matang, sehingga tidak dapat menahan beban yang akan terjadi.
Oleh karena itu, untuk pembayaran pelaksanaan retaining wall tersebut akan ditunda, karena Kontraktor dan pihak PU Cipta Karya kabupaten Musi Banyuasin akan kita panggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut, ungkap Maul Hafidz. (bi)







