BANYUASIN, Buana Indonesia– Perbaikan jalan simpang Walisongo, Tanjung Mulyo Dusun IV Desa Bukit Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin dengan cara penimbunan dengan tanah kerukan, membuat sejumlah warga mengeluh.
Pasalnya, penimbunan jalan dengan cara demikian akan menimbulkan berbagai kendala bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua yang berlalu lalang dan warga yang berdomisili disekitar jalan dimaksud.
Pantauan media ini, disaat musim kemarau seperti sekarang penimbunan tersebut menimbulkan kabut debu tebal, dan jika saat musim penghujan maka tak dapat dibayangkan licinnya kondisi jalan tersebut. hal ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pihak pemerintah dan pihak perusahaan yang aktifitas kesehariannya menggunakan jalan tersebut.
Selain itu, pelaksanaan penimbunan dilakukan seperti asal-asalan. Hal ini terlihat adanya unggukan tanah yang dibuat memanjang ditengah jalan dengan ketinggian berkisar 25-30centimeter.
“Jalan ini termasuk salah satu akses utama transportasi yang digunakan oleh PTP Nusantara 7 Betung Krawo, oleh karena itu diharapkan pihak perusahaan dapat memikirkan pengaspalan jalan ini”, ungkap Mardian, warga Tanjung Mulyo Desa Bukit.
Senada juga diungkapkan oleh salah satu warga setempat berinisial S yang tidak mau disebutkan namanya, meminta agar pihak perusahaan dapat menganggarkan peningkatan jalan. ”hendaknya perusahaan memikirkan kondisi jalan desa ini, dan bukan hanya sekedar penyiraman atau penimbunan seperti ini” ungkapnya seraya menunjukkan kondisi jalan yang dimaksud.
Lebih lanjut S menegaskan agar pihak perusahaan dapat sama-sama memikirkan kondisi jalan yang digunakan oleh warga dan kendaraan milik PTP Nusantara 7 terutama Unit Usaha Krawo. Sehingga dengan adanya perusahaan didaerah yang dimaksud, dapat memberikan kontribusi yang positif bagi warga setempat, imbuh S.
Terkait hal itu, Ali Sufi, Sinder Umum dan SDM PTP Nusantara 7 Unit Usaha Betung Krawo saat dikonfirmasi Via Handphone mengatakan kurang mengetahui akan adanya penimbunan jalan yang dimaksud.
“saya kurang paham pak, kalau pengerjaanya menggunakan alat berat kemungkinan ya itu dari PTPN 7 Unit usaha Krawo, tapi kalau tidak menggunakan alat berat kita juga kurang tahu”, ungkap Ali. (bi/ch)







