
MUSI RAWAS, buanaindonesia.com– Sebagian masyarakat petani sawah sudah mulai mengeluh pasalnya sampai saat ini belum bisa menggarap lahan persawahan mereka, Program normalisasi saluran irigasi hingga saat ini masih terus di kerjakan, . “Harapan kita program normalissai saluran irigasi bisa cepat selesai dan bisa difungsikan, karena kalau tidak kita tak kunjung bisa menggarap lahan sawah kita yang sejak pengerjaan normalisasi tersebut kekeringan,” Kata Siryono (53) Salah seorang Petani desa Trikoyo.
Dikatakannya, kalau menurut jadwal sebagaiman yang di tetapkan proyek tersebut akan selesai pada bulan November mendatang, akan tetapi masyarakat berharap pengerjaan normalisasi bisa lebih cepat dari jadwal tersebut. Disamping itu juga dengan adanya normalisasi dan perehaban saluran irigasi dari BK 0-17 ini bisa mencukupi kebutuhan air untuk pengairan sawah petani sebagaimana menjadi keluhan selama ini. “ Kita juga berharap dengan adanya rehab dan normalisasi saluran irigasi yang nilainya lebih dari Rp.50 Miliar tersebut, mampu mengatasi keluhan petani terkait pengairan sawah yang selama ini terjadi,” tambahnyaBukan hanya itu, masyarakat juga berharap rehab dan normalisasi irigasi ini mampu mendistribusikan air secara merata dan pembangunannya juga berkualitas sehingga bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi petani.Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Normalissai Irigasi Bendungan Kelingi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII H.Chairul Huda mengatakan pihaknya menargetkan pengerjaan normalisasi dan rehab tersebut akan selesai lebih cepat dari kontrak. Sebab proyek ini, pihak rekanan tidak bisa mengajukan perpanjangan waktu karena terbentur dengan jadwal pengeringan sebagaimana yang sudah disepakati. “Paling tidak untuk saluran primer kita targetkan pertengahan bulan oktober mendatang air sudah bisa mengalir, artinya lebih cepat dari kontrak dengan pihak rekanannya,” demikian tandasnya. (agus)
Advertisement






